Pemkab Mimika Dorong Ekosistem Riset dan Inovasi Inklusif, BRIDA Jadi Motor Perubahan
“Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan sebagai Fondasi Pembangunan Daerah di Kabupaten Mimika.”
Tema tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai penggerak utama pembangunan yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sabon juga menyampaikan tujuan kegiatan ini, antara lain:
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran perangkat daerah serta pemangku kepentingan terhadap pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik;
Mendorong percepatan implementasi sistem inovasi daerah yang terintegrasi dan berbasis digital;
Membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat;
Menghasilkan inovasi daerah yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, dalam rangkaian kegiatan peringatan, BRIDA menyelenggarakan beberapa agenda utama, yakni:
Seminar Riset dan Inovasi Daerah;
Sosialisasi Digitalisasi Pelaporan Inovasi Daerah;
Mimika Innovation Week 2026 yang akan digelar pada awal Mei.
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi, kolaborasi, dan inspirasi bagi seluruh perangkat daerah dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BRIDA menargetkan sejumlah capaian, di antaranya meningkatnya jumlah dan kualitas inovasi perangkat daerah, terbangunnya sistem pelaporan inovasi berbasis digital yang terintegrasi, serta menguatnya ekosistem riset dan inovasi yang kolaboratif.
Selain itu, diharapkan terbentuk budaya kerja inovatif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika serta terwujudnya peran BRIDA sebagai orkestrator ekosistem riset dan inovasi daerah.
“Kami menyadari bahwa tantangan utama bukan pada ide, tetapi pada konsistensi implementasi, integrasi lintas sektor, dan keberanian keluar dari zona nyaman birokrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban dalam birokrasi modern.
“Tidak ada OPD tanpa inovasi dan tidak ada inovasi tanpa dampak nyata,” tegasnya.
Namun demikian, ia optimistis dengan komitmen bersama, Mimika tidak hanya menjadi pengguna inovasi, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi daerah di tanah Papua.
Dalam seminar ini turut menghadirkan narasumber, antara lain Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Kemendagri, Dr. Ir. David Yama, M.Sc., MA; Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr. Ing. Wiwiek Joelijani, M.T; serta praktisi inovasi dari Lembaga Asistensi Pemerintahan Dalam Negeri, Isman AP.
Pada momen tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen kinerja Riset dan Inovasi Daerah Perangkat Daerah Kabupaten Mimika yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Marselino Mameyao, Kepala Distrik Mimika Baru Merlyn Temorubun, Kepala SDI Koperapoka 1, Gita Abraham, Kepala Puskesmas Wakia Anike Eluay, Kepala Bank Papua Cabang Mimika, Florintina Endah Purwantiningsih dan Rektor Institut Jembatan Bulan, Tharsisius Pabendon dan Kepala PN Timika Putu Mahendra. Dalam komitmen ini setiap OPD setahun diwajibkan menghasilkan dua inovasi baru. **




























