Papua Tengah Krisis Pemimpin, Beredar Flayer Seruan Mosi Tidak Percaya dan Desak Gubernur Meki Nawipa Mundur
Timika,papuaglobalnews.com – Sebuah flayer bernada kritik terhadap Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, beredar luas di media sosial terutama grup whatsapp. Dalam flayer tersebut, pembuatnya menyerukan agar Meki Nawipa segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Papua Tengah.
Flayer itu memuat tulisan besar bertajuk “Papua Tengah Krisis Pemimpin” serta ajakan untuk membangun mosi tidak percaya kepada Gubernur Meki Nawipa.
Selain itu, dalam isi flayer juga tertulis masyarakat mengaku terus menjadi korban dan menilai suara mereka tidak didengar.
Flayer tersebut memuat pernyataan,
“Kami masyarakat korban terus Anda yang kami pilih selalu diam dan bungkam suara kami.”
Di bagian bawah flayer terdapat seruan lain yang berbunyi.
“Undurkan Meki Nawipa segera! Kami tidak percaya Anda. Silakan turun dari jabatan yang masyarakat tujuh kabupaten berikan.”
Flayer tersebut juga menampilkan foto Bupati Intan Jaya Aner Maisini bersama pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang berada di lokasi penemuan jenazah Okto Tigau dan juga memperlihatkan kondisi korban serta situasi yang berkaitan dengan konflik di wilayah Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah pada Selasa 30 Juni 2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pihak yang pertama kali membuat dan menyebarluaskan flayer tersebut.
Hingga informasi ini dipublis, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa terkait isi maupun tuntutan yang disampaikan dalam flayer tersebut.
Sementara Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG, M.H.Kes. yang dikonfirmasi redaksi melalui pesan whatsappnya pada Kamis 2 Juli 2026 sekitar pukul 10.06 WIT, untuk meminta tanggapan atas flayer berisikan desakan Gubernur Meki Nawipa mundur belum mendapat respons.
Redaksi masih terus berupaya meminta konfirmasi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memperoleh tanggapan atas beredarnya flayer tersebut. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















