Oktober 2026, Inflasi Year on Year Timika Tembus 6,18 Persen Tertinggi Selam Dua Tahun
Selain itu, udang basah memberikan andil sebesar 0,18 persen, ikan mumar sebesar 0,16 persen, daun singkong sebesar 0,10 persen, air kemasan dan kopi bubuk masing-masing sebesar 0,08 persen, serta jeruk sebesar 0,07 persen.
Sebaliknya, daging babi menjadi komoditas yang paling dominan memberikan andil deflasi pada kelompok ini sebesar 0,54 persen. Disusul pepaya sebesar 0,07 persen, bawang putih dan kol putih masing-masing sebesar 0,05 persen.
Secara bulanan, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi dengan andil sebesar 1,19 persen. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain bayam sebesar 0,58 persen, kangkung sebesar 0,31 persen, ikan cakalang sebesar 0,18 persen, sawi hijau sebesar 0,13 persen, daun singkong dan kacang panjang masing-masing sebesar 0,08 persen.
Transportasi dan Perawatan Pribadi Ikut Mendorong Inflasi
Kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 10,56 persen. Indeksnya meningkat dari 109,57 pada Oktober 2025 menjadi 121,14 pada Oktober 2026.
Subkelompok jasa angkutan penumpang mengalami inflasi tertinggi sebesar 32,62 persen, sedangkan pembelian kendaraan sebesar 3,29 persen. Adapun jasa pengiriman barang tidak mengalami perubahan.
Kelompok transportasi memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,93 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan adalah angkutan udara sebesar 0,53 persen, bensin sebesar 0,19 persen, mobil sebesar 0,08 persen, pelumas atau oli mesin sebesar 0,05 persen, serta pemeliharaan atau servis dan sepeda motor masing-masing sebesar 0,03 persen.
Secara bulanan, kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,18 persen. Angkutan udara menjadi penyumbang terbesar sebesar 0,14 persen, diikuti sepeda motor sebesar 0,02 persen dan mobil sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tahunan tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya, yakni sebesar 11,20 persen. Indeks kelompok ini naik dari 142,56 pada Oktober 2025 menjadi 158,92 pada Oktober 2026.
Subkelompok perawatan pribadi lainnya mengalami inflasi sebesar 22,94 persen, sedangkan subkelompok perawatan pribadi sebesar 0,88 persen. Subkelompok jasa lainnya tidak mengalami perubahan.
Kelompok ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,87 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas yang paling dominan dengan andil sebesar 0,82 persen, disusul sabun mandi sebesar 0,02 persen.
Perkembangan Kelompok Pengeluaran Lainnya
Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi tahunan sebesar 2,97 persen. Indeksnya naik dari 104,29 menjadi 107,39.
Subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 6,32 persen, sedangkan pemeliharaan, perbaikan dan keamanan tempat tinggal sebesar 3,15 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,42 persen, terutama dari bahan bakar rumah tangga sebesar 0,39 persen.
Berbeda dengan itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi sebesar 1,68 persen. Indeksnya turun dari 107,45 pada Oktober 2025 menjadi 105,64 pada Oktober 2026.
Deflasi terutama dipengaruhi subkelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 3,61 persen. Kelompok ini memberikan andil deflasi tahunan sebesar 0,05 persen, terutama dari sabun deterjen bubuk sebesar 0,06 persen dan sabun cair atau sabun cuci piring sebesar 0,02 persen.
Kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan kenaikan indeks dari 108,82 menjadi 109,69. Inflasi terutama terjadi pada subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 3,17 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,03 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi sebesar 1,27 persen. Indeksnya turun dari 99,80 pada Oktober 2025 menjadi 98,53 pada Oktober 2026. Deflasi tertinggi terjadi pada subkelompok alas kaki sebesar 4,77 persen, sedangkan subkelompok pakaian mengalami deflasi sebesar 0,24 persen.
Selanjutnya, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sangat rendah sebesar 0,01 persen. Indeksnya naik dari 101,71 menjadi 101,72. Namun, kelompok ini tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi maupun deflasi.
Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami inflasi sebesar 2,31 persen, dengan kenaikan indeks dari 106,00 menjadi 108,45. Subkelompok layanan rekreasi dan olahraga mengalami inflasi sebesar 10,07 persen, sedangkan koran, buku dan perlengkapan sekolah sebesar 2,39 persen.
Kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 0,63 persen. Indeksnya meningkat dari 102,29 menjadi 102,93. Inflasi terjadi pada subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini sebesar 0,85 persen serta pendidikan menengah sebesar 0,69 persen.
Adapun kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 0,84 persen. Indeksnya naik dari 119,54 menjadi 120,54. Kelompok ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,03 persen, terutama dari komoditas ikan bakar. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.



