Okto Tigau, Warga Intan Jaya Tewas dengan Lebih dari Lima Luka Tembak
“Kami juga meminta kepada PBB agar segera membentuk tim investigasi dan memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk melakukan investigasi dan penyelidikan terkait kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap orang Papua selama operasi militer berlangsung selama 64 tahun,” tulis Sebby dalam siaran pers.
Selain itu, Sebby mengatakan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga meminta kepada Paus Leo XIV agar segera mengirimkan tim untuk melakukan investigasi terkait penembakan terhadap pastor, suster dan rombongan yang berjumlah 11 orang dalam sebuah kendaraan milik Gereja Katolik saat mengangkut material pembangunan Gereja Katolik di Paroki Titigi, Kabupaten Intan Jaya.
Siaran pers tersebut diterbitkan dengan penanggung jawab:
Jenderal Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM.
Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Wakil Panglima TPNPB-OPM.
Mayor Jenderal Terianus Satto, Kepala Staf Umum TPNPB-OPM.
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait tuduhan yang disampaikan dalam siaran pers tersebut. **
















