“Kami juga meminta kepada PBB agar segera membentuk tim investigasi dan memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk melakukan investigasi dan penyelidikan terkait kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap orang Papua selama operasi militer berlangsung selama 64 tahun,” tulis Sebby dalam siaran pers.

Selain itu, Sebby mengatakan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga meminta kepada Paus Leo XIV agar segera mengirimkan tim untuk melakukan investigasi terkait penembakan terhadap pastor, suster dan rombongan yang berjumlah 11 orang dalam sebuah kendaraan milik Gereja Katolik saat mengangkut material pembangunan Gereja Katolik di Paroki Titigi, Kabupaten Intan Jaya.

Siaran pers tersebut diterbitkan dengan penanggung jawab:

Jenderal Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM.

Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Wakil Panglima TPNPB-OPM.

Mayor Jenderal Terianus Satto, Kepala Staf Umum TPNPB-OPM.

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait tuduhan yang disampaikan dalam siaran pers tersebut. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.