“Dengan dukungan teknologi dan AI, kami buktikan bahwa pelayanan publik bisa sederhana, cepat, dan orisinal, dibangun sesuai kebutuhan nyata masyarakat,” tulis Merlyn.

Merlyn menjelaskan nama Kawe Nia pun mempunyai makna filosofis budaya lokal. Kawe dalam bahasa Kamoro berarti sapaan untuk kaka atau adik perempuan.

“Kami ingin Kawe Nia menjadi sahabat yang dekat, hangat, dan mudah diingat masyarakat lokal sebagai target utama pelayanan kami,” katanya.

Dengan dukungan dana pembinaan sebesar Rp300 juta di tahun 2026, ia yakin SDM Wania akan semakin siap melayani secara elektronik dan digital, selangkah lebih dekat menuju terwujudnya Smart City Mimika. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.