Marianus juga menyinggung persoalan penguasaan tanah oleh pendatang dan pengusaha yang semakin luas, serta ancaman ekspansi perkebunan kelapa sawit di wilayah Kamoro.

Ia menekankan bahwa manfaat sawit hingga kini lebih banyak dirasakan oleh sekelompok masyarakat di sekitar Iwaka dan kelompok dari suku lain, sementara masyarakat Mioko dan Atuka justru menjadi penerima dampak banjir setiap tahun tanpa mendapat perhatian dari perusahaan.

Selain pesan mengenai tanah, Marianus mengingatkan pentingnya pendidikan bagi anak-anak Kamoro sebagai generasi masa depan.

Ia juga berpesan kepada anak muda untuk tidak terlena dengan konsumsi minuman beralkohol yang dapat merusak mental dan masa depan.

Sebagai penutup, Marianus mengajak masyarakat menjaga Mimika sebagai “Rumah Kita” agar kehidupan sosial tetap terjaga secara harmonis. **