Menuju Pemerintahan Digital 2025-2030, Diskominfo Mimika Gelar FGD Penyusunan Roadmap SPBE
Menurutnya, pemerintah harus mulai bergerak menuju pemerintahan digital yang mampu menghadirkan pelayanan publik secara menyeluruh, cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
“Kalau SPBE lebih banyak pada administrasi, maka pemerintahan digital mencakup pelayanan secara menyeluruh yang langsung dirasakan masyarakat. Kita harus menentukan arah ke depan, apakah tetap di SPBE atau bertransformasi ke pemerintahan digital,” tegas John.
Sebagai daerah yang telah mengusung konsep Smart City, kata John, Mimika harus mampu mengikuti perkembangan sistem pemerintahan modern agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.
Ia mengungkapkan, saat ini nilai implementasi SPBE Kabupaten Mimika masih berada pada kisaran 2,5 dan ditargetkan meningkat menjadi 3. Menurutnya, capaian tersebut merupakan fondasi awal yang harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas layanan digital di seluruh perangkat daerah.
Bupati juga mencontohkan Kabupaten Sumedang sebagai daerah dengan capaian SPBE terbaik di Indonesia yang dapat dijadikan referensi dalam membangun tata kelola pemerintahan digital di Mimika.
Mantan Wakil Bupati Mimika itu optimistis transformasi menuju pemerintahan digital dapat diwujudkan apabila seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam membangun sistem yang saling terintegrasi.
“Kunci utamanya bangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Semua perangkat daerah harus punya semangat yang sama, jangan kerja parsial,” pesannya.
Selain penguatan sistem, John menyoroti pentingnya integrasi data antarperangkat daerah agar terwujud Satu Data yang memudahkan akses informasi secara transparan. Menurutnya, data yang terhubung secara real time akan mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat diharapkan memperoleh layanan pemerintahan yang lebih cepat, efisien, akurat, dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, keberhasilan program Smart City bukan semata-mata diukur dari kecanggihan teknologi atau banyaknya aplikasi yang dibangun, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang lebih mudah, lebih cepat, dan benar-benar memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. **













