Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Forum Diskusi Publik (FDP) bertema “Membangun Demokrasi dari Kampung”, Jumat 31 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika ini menghadirkan narasumber dari Institut Jembatan Bulan, KPU dan Bawaslu Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Yohana Paliling, mengatakan tema tersebut memiliki makna yang sangat penting karena membangun pondasi demokrasi yang kuat harus dimulai dari akar rumput, yakni dari kampung sebagai pusat tumbuhnya partisipasi masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang berkomitmen membangun Kabupaten Mimika secara merata, dimulai dari kampung sebagai pusat tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Dalam konteks kehidupan demokrasi, peran masyarakat merupakan unsur yang sangat penting. Masyarakat bukan hanya menjadi penonton dalam proses politik, tetapi merupakan pelaku utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan secara bertanggung jawab, transparan, dan senantiasa berpihak pada kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, setiap aspirasi dan suara akan dihargai serta setiap kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian para pemimpin yang dipilih secara demokratis.

Lebih lanjut disampaikan, forum diskusi publik ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong terwujudnya kehidupan demokrasi yang sehat, berkualitas, dan berkeadaban.

Demokrasi tidak hanya sebatas memberikan hak kepada masyarakat untuk memilih dalam pemilihan umum, tetapi juga merupakan proses yang harus dibangun melalui pendidikan politik, penguatan partisipasi masyarakat, serta peningkatan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Melalui forum diskusi seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kehidupan demokrasi, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman yang kita miliki. Nilai-nilai tersebut merupakan modal utama dalam menciptakan masyarakat yang damai, harmonis, dan demokratis,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Mimika merupakan daerah yang dianugerahi keberagaman suku, budaya, bahasa, agama, serta kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.

Keberagaman tersebut bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijadikan landasan dalam membangun daerah yang maju, aman, sejahtera, dan bermartabat.

Ia juga menegaskan perbedaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk terpecah belah.

“Oleh karena itu, marilah kita terus menjaga semangat persatuan, menghormati setiap perbedaan, serta membangun budaya politik yang sehat, santun, dewasa, dan bertanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Mimika yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, aparatur pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah menunjukkan komitmen dan memberikan dukungan dalam menjaga persatuan, keamanan, serta mendukung pembangunan daerah.

Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kehidupan demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berkeadaban.

“Melalui forum ini diharapkan kehidupan demokrasi di Kabupaten Mimika semakin kuat, dimulai dari kampung dan kelurahan sebagai pondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutupnya. **