“Saya berharap ke depan ada pemerataan distribusi bantuan ternak, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pinggiran,” katanya.

Arianus juga mengaitkan hal ini dengan implementasi sila kelima Pancasila tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menilai prinsip tersebut harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan.

Ia menambahkan, jika wilayah seperti Agimuga saja belum mendapat perhatian, maka masyarakat di daerah pegunungan kemungkinan besar juga mengalami hal yang sama, padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat asli Papua.

“Semua dari delapan kampung mengusulkan bantuan ternak ini,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam pembukaan Forum RKPD, Bupati Mimika Johannes Rettob juga menyoroti penyaluran bantuan ternak oleh Disnakkeswan. Ia menekankan agar bantuan diberikan secara tepat sasaran dan tidak hanya kepada kelompok atau individu yang sama.

Hal ini, menurutnya, penting agar bantuan dapat tersebar secara merata dan tidak dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.