Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat di wilayah Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat ini sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan, jembatan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta rumah layak huni.

Hal ini disampaikan Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, kepada papuaglobalnews.com usai mengikuti pembukaan Musrenbang RKPD Tahun 2026 dalam rangka penyusunan program prioritas pembangunan tahun 2027, yang berlangsung di Aula Bappeda Mimika, Senin 30 Maret 2026.

Arianus menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan sangat dibutuhkan untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar akses transportasi antar kampung. Ruas jalan yang diusulkan meliputi jalur Kampung Kiliarma–Agimuga, Agimuga–Jita, serta Agimuga–Fakafuku.

Ia mengungkapkan, pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mimika telah merencanakan pembangunan ruas jalan Fakafuku–Kiliarma pada tahun anggaran 2026.

“Untuk panjang ruas jalan tersebut, saya belum mendapat informasi pasti, namun tim dari PUPR Mimika sudah turun melakukan survei lapangan,” ujarnya.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan sekolah tingkat menengah atas. Namun, setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk wilayah pesisir saat ini lebih diprioritaskan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pendidikan berencana melakukan survei guna mengidentifikasi potensi sumber daya alam (SDA) yang dapat dikembangkan berbasis kearifan lokal, sehingga jurusan yang dibuka nantinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Terkait kesiapan lahan, Arianus menegaskan masyarakat mendukung penuh dan siap menyerahkan tanah untuk pembangunan sekolah.

“Untuk lokasi tidak menjadi kendala. Kami akan koordinasikan dengan masyarakat dan mereka siap menyediakan lahan, karena ini merupakan usulan langsung dalam Musrenbang Distrik,” jelasnya.

Di sektor pendidikan dasar, masyarakat dari empat kampung juga mengusulkan pembangunan PAUD, sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun dari pemerintah Pusat. Anak-anak yang akan masuk ke jenjang Sekolah Dasar diwajibkan telah mengikuti pendidikan PAUD.

Empat kampung yang diusulkan sebagai prioritas pembangunan PAUD yaitu Kampung Fakafuku, Kiliarma, Amungun, dan Emkoma Halama. Sementara empat kampung lainnya akan dilayani secara bertahap dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Dinas Pendidikan menyampaikan pembangunan PAUD akan dilakukan secara bertahap di empat kampung tersebut, sedangkan kampung lain bisa bergabung sementara agar tidak ada anak-anak yang tertinggal,” kata Arianus.

Masyarakat juga saat ini membutuhkan rumah layak huni kurang lebih 50 unit. Namun ia mengakui sesuai koordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Mimika bahwa tahun 2026 ini akan membangun empat unit rumah.

Usulan dibangun rumah layak huni kata Arianus mengingat masyarakat di delapan kampung masih banyak belum memiliki rumah layak huni. Bahkan dalam satu rumah dihuni lebih dari dua hingga tiga kepala keluarga, sehingga dari sisi kesehatan sangat tidak layak.

Distrik Agimuga memiliki delapan kampung dengan ibu kota distrik berada di Kampung Kiliarma. Wilayah ini memiliki luas sekitar 1.772 kilometer persegi dan berbatasan dengan Distrik Jila dan Distrik Jita.

Adapun delapan kampung di Distrik Agimuga meliputi:

Kampung Fakafuku

Kampung Kiliarma

Kampung Amungun

Kampung Aramsolki

Kampung Masaimamo

Kampung Emogora

Kampung Emkoma Halama

Kampung Hinat Untung. **