Timika,papuaglobalnews.com – Memaknai momen peringatan HUT ke-10 UMKM Nasional yang dirangkai peringari Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar Festival UMKM 2026.

Festival yang mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh dan Berinovasi” ini melibatkan sebanyak 125 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari kuliner khas lokal, hasil pertanian hingga karya seni ukiran dan anyaman masyarakat Amungme dan Kamoro (AMOR).

Kegiatan dipusatkan di halaman Graha Eme Neme Yauware (ENY), Jalan Budi Utomo, selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 10-12 Agustus 2026 dibuka Bupati Mimika Johannes Rettob.

Momen festival diawali dengan doa bersama dan pemberkatan yang dilakukan oleh tokoh lintas agama.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan mengatakan, sesuai catatan kehadiran UMKM sangat mampu bertahan dalam situasi dunia yang sulit. Karena itu, seluruh pihak, terutama perbankan dan instansi yang mengurus perizinan, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM.

Menurut Johannes, pemerintah terus mendorong kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus perizinan usaha, termasuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis dan dalam waktu yang cepat.

“Pemerintah menerbitkan NIB gratis dalam waktu cepat, sehingga pemerintah hadir membantu masyarakat tanpa menyulitkan pelaku usaha,” ujarnya.

John juga menegaskan bahwa terdapat beberapa urusan perizinan yang dikenakan biaya sesuai aturan. Namun, ada pula perizinan yang gratis dengan proses lebih cepat tanpa menunggu lama asalkan membawa persyaratan yang lengkap.

Ia menyebutkan, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Mimika mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan tahun 2025.

John mempersilakan masyaraka5 membuka usaha secara bebas. Karena saat ini, pelaku UMKM juga sudah dapat melayani pembelian melalui aplikasi, bahkan produknya bisa masuk ke Shopee dan menembus pasar dunia.

Karena itu, ia mendorong agar UMKM di Mimika terus terkoneksi, tumbuh dan berinovasi mengikuti perkembangan teknologi.

John juga menyoroti kebiasaan masyarakat Mimika yang saat ini cenderung menggunakan barang bermerek luar negeri. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata sejumlah produk tersebut justru merupakan produksi dalam negeri.

Pada momen tersebut, John mengakui bahwa berdasarkan hasil pengecekan di jalan-jalan, banyak masyarakat Mimika sudah memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul dalam menyambut HUT ke-81 RI.
Ia berharap kehadiran UMKM dalam festival tersebut tidak sebatas menjadi ajang promosi, tetapi juga mampu membangkitkan semangat untuk membangun dan mengembangkan UMKM dalam rangka memajukan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak promosi dan pameran UMKM harus diikuti dengan tindak lanjut berupa kerja sama antardaerah, khususnya dalam hal pembelian produk UMKM sehingga saling menguntungkan dari sisi promosi.

Ia juga menyampaikan Mimika menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang telah memiliki stan promosi hasil UMKM Nasional di Jakarta, melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM RI.

Menurut John, keberadaan stan tersebut sekaligus membantu pemerintah dalam penguatan ekonomi daerah ditengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Ia berharap melalui festival ini dapat mendorong dan melahirkan masyarakat yang semakin mencintai produk lokal.

John juga menyinggung pola hidup masyarakat Mimika yang dinilainya sudah cenderung seperti masyarakat di Jakarta. Menurutnya, banyak masyarakat setelah pulang bekerja langsung masuk ke rumah tanpa membangun komunikasi dan saling menyapa dengan tetangga.

Dikatakan, dengan membeli produk UMKM, masyarakat secara tidak langsung membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu membuka lapangan kerja bagi para pelaku usaha.

Pemerintah, lanjut John, akan terus memberikan pendampingan sebagai mitra. Sementara itu, para pelaku UMKM didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dan tidak kalah dengan produk lainnya.

Pelaku UMKM juga didorong untuk memanfaatkan teknologi serta mampu membaca peluang pasar yang tersedia.

John menegaskan, dalam setiap penyusunan program, pemerintah selalu berupaya berpihak kepada masyarakat. Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Pada prinsipnya dalam bekerja kita harus membangun sistem koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dalam membangun kekuatan ekonomi,” tegasnya. **