Maknai 98 Tahun Sumpah Pemuda, LEMASKO Dorong Pemerintah Pusat Buka Kembali Kuota CPNS untuk AMOR
Ia mengingatkan Kabupaten Mimika sudah berusia 30 tahun berdiri otonom lepas dari induknya Fakfak, maka usianya bukan lagi tergolong daerah yang relatif muda, sehingga pemerintah perlu mempersiapkan generasi lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan dan pelayanan publik pada masa mendatang.
“Jangan sampai ke depan anak-anak asli Mimika semakin tertinggal di tanahnya sendiri. Kami berharap putra-putri Amungme dan Kamoro diberikan kesempatan seluas-luasnya dan kepercayaan untuk bekerja serta mengabdi di daerahnya,” katanya.
Marianus menegaskan, desakan tersebut bukan berarti menutup kesempatan bagi masyarakat dari daerah lain untuk bekerja di Kabupaten Mimika. Namun, menurutnya, putra-putri asli daerah juga harus memperoleh kesempatan yang adil untuk menjadi bagian penting dari pemerintahan dan pembangunan di tanah kelahiran mereka.
Lebih lanjut, Marianus menilai sumber daya manusia asli Amungme dan Kamoro saat ini sudah semakin berkembang. Banyak generasi muda dari kedua suku tersebut telah menempuh pendidikan dan memiliki kemampuan untuk bekerja di lingkungan pemerintahan.
Karena itu, menurutnya, kemampuan generasi muda Amungme dan Kamoro tidak diragukan, melainkan perlu diberi ruang dan kepercayaan untuk berkembang.
“Anak-anak Amungme dan Kamoro sudah banyak yang sekolah dan memiliki kemampuan. Potensi sumber daya manusia kita sudah ada. Sekarang yang dibutuhkan adalah kesempatan dan kepercayaan agar mereka bisa menjadi tuan di negeri sendiri,” ungkapnya.
Marianus berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam membuka kembali kuota CPNS Kabupaten Mimika yang belum terealisasi, sekaligus memperluas kesempatan pengabdian bagi putra-putri asli Amungme dan Kamoro.
Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah persatuan bangsa, tetapi juga sebagai dorongan untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah dan masa depan Kabupaten Mimika. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.











