DP3AP2KB Mimika Usulkan Pembangunan Gedung UPTD P2TP2A dan Rumah Aman di 2027
Timika,papuaglobalnews.com – Dalam memberikan dukungan konkrit pelayanan publik terhadap kaum perempuan dan anak yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun kasus pelecehan seksual, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika mengusulkan pembangunan gedung Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada tahun anggaran 2027.
“Iya, direncanakan begitu. Kalau disetujui, berarti tahun depan pembangunan. Perencanaannya kita sudah mulai sekarang,” jelas Johana Anatje Belandina Arwam, Kepala DP3AP2KB Mimika di ruang kerjanya, Selasa 27 Oktober 2026.
Mantan Kepala Distrik Mimika Baru di era Bupati Klemen Tinal ini, mengatakan gedung yang akan dibangun dua lantai. Sementara besaran anggaran yang dibutuhkan dirinya belum mengetahui mengingat saat ini masih dalam tahap perhitungan konsultan. Sementara lahan yang menjadi lokasi pembangunan, Arwam memastikan sudah ada namun ia belum menyebutkan secara terang di mana telaknya.
“Ada deh! Yang pasti sudah ada. Iya, yang pasti sudah ada lokasi. Tinggal kalau disetujui berarti pembangunan berjalan tahun depan,” katanya.
Mantan guru SMAN I Timika ini mengungkapkan, pengusulan pembangunan gedung UPTD P2TP2A sudah diupayakan oleh para pendahulunya namun belum terealisasi hingga saat ini.
Melihat kehadiran UPTD P2TP2A sangat urgen untuk kepentingan umum, dirinya kembali berusaha merencanakan dan mendorong agar dapat direalisasikan tahun anggaran 2027.
“Karena kami berpikir ini menjadi bagian yang urgen, yang sangat kami butuhkan. Perencanaan ini sudah dilakukan beberapa kali pejabat lama, dan semoga tahun depan ini bisa dibangun,” harap Arwam.
Ia meyakini dibangunnya UPTD P2TP2A ini pelayanan kepada masyarakat jauh lebih maksimal lagi.
“Kalau selama ini kami masih menyewa, berharap bahwa tahun depan sudah ada gedung sendiri, sudah ada rumah aman, sehingga kalau ada klien-klien kami yang datang, setidaknya harus ditangani dengan semaksimal mungkin, bisa ada tempat yang secara khusus buat penanganan,” jelasnya.
Ia mengakui karena selama ini tidak ada gedung sendiri, sehingga kadang petugas P2TP2A kebingungan ketika ada klien yang dibawa oleh keluarga.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.











