Timika,papuaglobalnews.com – Memaknai 98 tahun Hari Sumpah Pemuda yang diperingati 28 Oktober 2026, Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) mendorong pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar segera membuka kembali kuota formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Mimika yang belum terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya.
LEMASKO berharap kuota tersebut dapat dimanfaatkan untuk merekrut putra-putri asli Amungme dan Kamoro (AMOR) agar memperoleh kesempatan mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di tanah kelahiran mereka sendiri.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua I LEMASKO, Marianus Maknaepeku, kepada redaksi papuaglobalnews.com, Rabu 28 Oktober 2026.

Marianus mengatakan, momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memberikan perhatian serius terhadap kesempatan kerja bagi putra-putri asli daerah, khususnya dua suku besar Amungme dan Kamoro.

Menurutnya, penantian yang berkepanjangan membuat kesempatan generasi muda asli Mimika untuk menjadi ASN semakin terbatas, sementara usia mereka terus bertambah dari tahun ke tahun.

Atas dasar itu, pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, agar tidak terus menunda realisasi kuota tersebut.

Ia juga menilai Kabupaten Mimika memiliki kemampuan fiskal yang memadai untuk mendukung kebutuhan aparatur, sehingga persoalan kuota CPNS bagi putra-putri asli daerah perlu mendapat perhatian serius sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memohon agar kuota yang tersisa dari tahun-tahun sebelumnya segera dibuka. Jangan terus menunggu tanpa kepastian. Kapan lagi anak-anak Amungme dan Kamoro mendapat kesempatan untuk mengabdi di negerinya sendiri?” tegasnya.

Marianus mengaku prihatin terhadap kondisi yang menurut penilaiannya telah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun terakhir. Komposisi aparatur di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Mimika dinilainya masih didominasi oleh pegawai dari luar daerah.
Untuk itu, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah agar keberadaan putra-putri asli Mimika dapat semakin diperhatikan dalam pengisian kebutuhan ASN.

Ia mengingatkan Kabupaten Mimika sudah berusia 30 tahun berdiri otonom lepas dari induknya Fakfak, maka usianya bukan lagi tergolong daerah yang relatif muda, sehingga pemerintah perlu mempersiapkan generasi lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan dan pelayanan publik pada masa mendatang.

“Jangan sampai ke depan anak-anak asli Mimika semakin tertinggal di tanahnya sendiri. Kami berharap putra-putri Amungme dan Kamoro diberikan kesempatan seluas-luasnya dan kepercayaan untuk bekerja serta mengabdi di daerahnya,” katanya.

Marianus menegaskan, desakan tersebut bukan berarti menutup kesempatan bagi masyarakat dari daerah lain untuk bekerja di Kabupaten Mimika. Namun, menurutnya, putra-putri asli daerah juga harus memperoleh kesempatan yang adil untuk menjadi bagian penting dari pemerintahan dan pembangunan di tanah kelahiran mereka.

Lebih lanjut, Marianus menilai sumber daya manusia asli Amungme dan Kamoro saat ini sudah semakin berkembang. Banyak generasi muda dari kedua suku tersebut telah menempuh pendidikan dan memiliki kemampuan untuk bekerja di lingkungan pemerintahan.

Karena itu, menurutnya, kemampuan generasi muda Amungme dan Kamoro tidak diragukan, melainkan perlu diberi ruang dan kepercayaan untuk berkembang.

“Anak-anak Amungme dan Kamoro sudah banyak yang sekolah dan memiliki kemampuan. Potensi sumber daya manusia kita sudah ada. Sekarang yang dibutuhkan adalah kesempatan dan kepercayaan agar mereka bisa menjadi tuan di negeri sendiri,” ungkapnya.

Marianus berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam membuka kembali kuota CPNS Kabupaten Mimika yang belum terealisasi, sekaligus memperluas kesempatan pengabdian bagi putra-putri asli Amungme dan Kamoro.

Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah persatuan bangsa, tetapi juga sebagai dorongan untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah dan masa depan Kabupaten Mimika. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.