Macet! Warga Mimika Keluhkan Fans Piala Dunia yang Kuasai Jalan Raya
Karena itu, ia berharap para koordinator atau ketua kelompok fans dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebelum melaksanakan pawai agar mendapatkan pengawalan yang memadai.
Ia juga berharap setiap aksi pawai tetap memberikan ruang bagi pengguna jalan umum untuk melintas.
Menurutnya, penguasaan jalan dari ujung ke ujung sangat menghambat aktivitas masyarakat yang hendak berangkat kerja, pulang kerja, maupun menghadiri berbagai kegiatan lainnya.
Sebagai warga Mimika, ia berharap keluhan tersebut mendapat respons dari aparat Kepolisian Resor Mimika melalui imbauan kepada setiap kelompok fans agar dalam melaksanakan pawai tetap memberikan akses bagi pengguna jalan lainnya.
“Kita mau lewat tidak bisa karena ruas jalan semua dipenuhi kendaraan pawai. Kasihan warga yang mau berangkat kerja atau pulang kerja supaya cepat tiba, tetapi harus antre lama mengikuti dari belakang massa pawai,” keluhnya.
Ia juga mengkhawatirkan apabila fenomena euforia Piala Dunia ini tidak segera mendapat perhatian dari aparat keamanan, maka bisa berpotensi memicu konflik antara pengguna jalan yang merasa dirugikan dengan massa pawai. Pasalnya, rentang waktu pelaksanaan Piala Dunia masih tersisa sekitar 24 hari hingga penutupan pada Minggu, 19 Juli 2026.
“Apalagi nanti masuk babak 16 besar, perempat final, hingga menjelang final. Pasti semakin banyak fans yang turun ke jalan raya untuk pawai. Kasihan warga yang memiliki keperluan mendesak dan terpaksa harus menunggu lama di jalan raya,” pungkasnya. **

















