Timika,papuaglobalnews.com – Euforia masyarakat Mimika, terutama para pendukung fanatik tim sepak bola dari negara-negara yang dianggap kuat seperti Brasil, Argentina, Jerman, dan Belanda, Spanyol, Prancis sangat tinggi dalam menyambut bergulirnya Piala Dunia 2026. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu telah dimulai sejak Kamis, 11 Juni 2026 dan akan berakhir pada Minggu, 19 Juli 2026 mendatang.

Sebagai bentuk luapan suka cita dan dukungan terhadap tim-tim kebanggaan mereka, para pencinta sepak bola di Mimika menggelar aksi pawai keliling Kota Timika. Aksi pawai dilakukan menggunakan sepeda motor dan mobil sambil membawa bendera negara peserta serta mengenakan atribut dan jersey tim favorit mereka.

Rombongan pawai dalam jumlah besar terlihat melintasi sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Hasanuddin, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Cenderawasih. Selain menjadi tontonan dan hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan, aksi pawai tersebut juga menuai keluhan dari sejumlah pengguna jalan.

Salah seorang warga Mimika yang juga berprofesi sebagai pengemudi taksi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyoroti kondisi tersebut.

Menurutnya, aksi pawai yang dilakukan para pendukung tim tertentu sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan karena selama pawai berlangsung, sebagian besar ruas jalan dipenuhi kendaraan peserta pawai.

Ia menegaskan aksi pawai oleh para fans tidak dilarang oleh siapa pun. Namun, menurutnya, hak para pengguna jalan umum lainnya juga perlu diperhatikan.

Ia mengungkapkan aksi pawai yang menguasai badan jalan dengan penerapan satu jalur membuat pengguna jalan lainnya kesulitan melintasi barisan kendaraan pawai. Apalagi, dalam beberapa kesempatan aksi tersebut tidak dikawal oleh personel Satuan Lalu Lintas Polres Mimika.

Karena itu, ia berharap para koordinator atau ketua kelompok fans dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebelum melaksanakan pawai agar mendapatkan pengawalan yang memadai.

Ia juga berharap setiap aksi pawai tetap memberikan ruang bagi pengguna jalan umum untuk melintas.

Menurutnya, penguasaan jalan dari ujung ke ujung sangat menghambat aktivitas masyarakat yang hendak berangkat kerja, pulang kerja, maupun menghadiri berbagai kegiatan lainnya.

Sebagai warga Mimika, ia berharap keluhan tersebut mendapat respons dari aparat Kepolisian Resor Mimika melalui imbauan kepada setiap kelompok fans agar dalam melaksanakan pawai tetap memberikan akses bagi pengguna jalan lainnya.

“Kita mau lewat tidak bisa karena ruas jalan semua dipenuhi kendaraan pawai. Kasihan warga yang mau berangkat kerja atau pulang kerja supaya cepat tiba, tetapi harus antre lama mengikuti dari belakang massa pawai,” keluhnya.

Ia juga mengkhawatirkan apabila fenomena euforia Piala Dunia ini tidak segera mendapat perhatian dari aparat keamanan, maka bisa berpotensi memicu konflik antara pengguna jalan yang merasa dirugikan dengan massa pawai. Pasalnya, rentang waktu pelaksanaan Piala Dunia masih tersisa sekitar 24 hari hingga penutupan pada Minggu, 19 Juli 2026.

“Apalagi nanti masuk babak 16 besar, perempat final, hingga menjelang final. Pasti semakin banyak fans yang turun ke jalan raya untuk pawai. Kasihan warga yang memiliki keperluan mendesak dan terpaksa harus menunggu lama di jalan raya,” pungkasnya. **