Timika,papuaglobalnews.com  – Setelah 24 tahun berdiri, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah merayakan ibadah Natal bersama pada Selasa 30 Desember  2025.

Ibadah Natal berlangsung di salah satu hotel di Timika dengan mengusung tema utama ‘Hendaklah Kamu Sehati Sepikir Dalam  Satu Kasih Satu Jiwa Satu Tujuan (Filipi 2:2B).

Sub tema ‘Melalui Perayaan Natal LMA Kabupaten Mimika Seluruh Masyarakat Adat Dipersatukan oleh Kristus’. Ibadah Natal dihadiri tokoh agama, tokoh adat, unsur TNI serta perwakilan masyarakat Mimika.

Dalam ibadah ini, doa pembukaan dipimpin Pdt. Alexander Wandagau, menyusul penyalaan tujuh lilin Natal sebagai lambang terang dan suka cita oleh masing-masing perwakilan. Kemudian doa safaat oleh Pdt. Deteminus Beanal selaku Ketua Klasis Mimika Kota.

Pdt. Wilhelmus Wenda dalam pesan firman Tuhan mengemukakan dalam siaran televisi, radiogram, surat kabar dikabarkan bahwa Yesus lahir sebagai juruselamat untuk menyelamatkan semua orang. Momen ibadah Natal bersama yang diselenggarakan LMA merupakan kesempatan merayakan kelahiran Yesus Kristus.

Wenda mengungkapkan tema ‘Hendaklah Kamu Sehati Sepikir Dalam Satu Kasih Satu Jiwa Satu Tujuan, dengan kata kunci adalah ‘bersatu’.

Selain itu, Wenda mengutip bacaan Filipi 2:1 dalam Alkitab menekankan pentingnya persatuan, kasih, dan kerendahan hati di antara orang percaya, karena dalam Kristus ada dorongan, penghiburan, persekutuan roh, serta kasih dan belas kasihan, sehingga mereka diharapkan sehati sepikir, tidak mementingkan diri sendiri, tetapi menganggap orang lain lebih utama, dan memperhatikan kepentingan orang lain juga.

Aplikasi dari ayat ini digenapi dalam bacaan Perjanjian Lama Kitab Yesaya pasal 9 ayat 5-6. Menyatakan bahwa seorang anak akan lahir yang akan memerintah dengan damai, disebut “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai,”. Pemerintahan-Nya akan abadi dengan keadilan dan kebenaran, menandai datangnya terang dan keselamatan setelah masa kegelapan.

Hubungan dengan Natal bahwa telah kuberitahukan sebelumnya bahwa ada seorang raja yang akan lahir dengan status yang jelas, lambang pemerintahan ada di atas bahumu, namanya disebutkan orang, seorang penasehat yang ajaib, Allah yang kekal dan raja yang damai. Kekuasaan-Nya tidak berkesudahaan.

Kehadiran-Nya dengan ajaran yang dahsat membuat orang-orang iri, dengki sehingga menyalibkan-Nya. Mereka menyalibkan Yesus di salib karena dianggap sebagai pembawa ajaran sesat dari ajaran hukum taurat.

Ia mengungkapkan Natal mengisahkan tentang telah lahir seorang putra Natal yakni Yesus Kristus. Dalam kelahiran-Nya disaksikan oleh para gembala dan orang Majur dari Timur yang ditandai dengan terang bintang sebagai pemandu dalam perjalanan. Tiga Raja dari Timur sujud menyembah Dia serta mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Kelahiran-Nya disambut nyanyian suka cita para malaikat surga. Kelahira-Nya dirayakan oleh orang yang percaya hingga hari ini.

Suka cita orang Majus, para malaikan dan para gembala sungguh masih dirasakan hingga saat ini.

Wenda menegaskan anak yang dikandung di dalam rahim Maria merupakan dari Roh Kudus, sehingga orang menyebut-Nya sebagai Anak Allah.

Melalui momen Natal ini, Wenda menegaskan yang paling penting kesatuan hati orang yang percaya.

Menurutnya, hidup dalam kesatuan harus dapat menyelesaikan sebuah program yang besar, mampu menyelesaikan pekerjaan untuk masa yang akan datang.

Ia menegaskan sebagai orang beriman yang percaya kepada Allah harus mampu menghadirkan perdamaian dari tengah-tengah konflik, masalah dan perang.

Ia mengutip bacaan Matius 5:9, Berbahagialah orang yang membawa damai: Ini adalah panggilan untuk menjadi agen perdamaian, bukan hanya menghindari konflik, tetapi secara aktif bekerja untuk menyatukan orang dan memulihkan hubungan yang rusak.

“Karena mereka akan disebut anak-anak Allah”. Tindakan membawa damai adalah tanda bahwa seseorang mencerminkan karakter Allah sendiri, yang merupakan Allah damai sejahtera. Dengan menjadi pembawa damai, kita menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak-Nya,” tegas Wenda.