Lima Sekolah di Mimika Masuk Penilaian Adiwiyata Skala Nasional
Ia menambahkan pentingnya menjaga lingkungan hidup yang ramah, bersih dan bebas polusi sampah menjadi harapan semua pihak agar hidup tetap sehat. Pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan asri, DLH Mimika mengundang sejumlah guru SD, SMP dan SMA-SMK di Mimika mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang lingkungan untuk lembaga pendidikan dan sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan pada Jumat 21 Agustus 2026.
Pelibatan para guru ini sebagai orang yang “digugu dan ditiru” oleh “Generasi Peduli Lingkungan” dalam menyamakan persepsi agar semua sekolah wajib berwawasan lingkungan menuju Sekolah Adiwiyata.
Devota menjelaskan, menjadi Sekolah Adiwiyata harus memenuhi beberapa aspek penting meliputi pemeliharaan kebersihan lingkungan sekolah, sanitasi dan drainase sekolah, inovasi pengelolaan sampah, menghemat penggunaan air dan energi, ketersediaan ruang terbuka hijau, serta integrasi materi lingkungan hidup dalam kurikulum sekolah.
Ia berharap dengan menerapkan sekolah berwawasan lingkungan, anak-anak diedukasi sejak dini dibentuk di lingkungan sekolah dengan melatih menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya sebagai wujud peduli terhadap lingkungan.
Ia meyakini lelalui lembaga pendidikan sejak dini anak-anak sudah dilatih kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, pengetahuan serupa akan diterapkan di lingkungan keluarga bersama orangtua. **





















