Lima Sekolah di Mimika Masuk Penilaian Adiwiyata Skala Nasional
Timika,papuaglobalnews.com – Lima sekolah di Kabupaten Mimika Papua Tengah masuk penilaian berwawasan lingkunan (Adiwiyata) skala nasional. Hal ini setelah melewati tahapan penilaian secara administrasi.
Demikian disampaikan Jeffri Deda, Kepala DLH Mimika melalui Plt. Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Mimika, Devota Maria Leisubun disela-sela kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Bidang Lingkungan untuk lembaga pendidikan dan sekolah berwawasan lingkungan di salah satu hotel di Timika pada Jumat 21 Agustus 2026.
Devota menyebutkan lima sekolah yang masuk dalam kategori Adiwiyata Nasional yakni, SD Inpres Timika 2, SD Shining Star Timika, SD Kalam Kudus Timika, SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 7.
Ia mengungkapkan saat ini tengah menunggu tim dari beberapa kementerian untuk turun penilaian fisik secara langsung di lapangan. Keberadaan lima sekolah itu terus mendapat pembinaan dan pendampingan DLH Mimika menuju puncak penilaian nasional pada November.
Mantan Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mimika ini menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen membangun kemitraan dan mendukung semua lembaga pendidikan menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan.
Ia mengungkapkan bentuk dukungan DLH dalam program Adiwiyata ini dengan menjawab permohonan sekolah seperti tempat sampah, bangun Bank Sampah dan Kios Sampah dan bangun lubang resapan biopori.
Ia menambahkan pentingnya menjaga lingkungan hidup yang ramah, bersih dan bebas polusi sampah menjadi harapan semua pihak agar hidup tetap sehat. Pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan asri, DLH Mimika mengundang sejumlah guru SD, SMP dan SMA-SMK di Mimika mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang lingkungan untuk lembaga pendidikan dan sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan pada Jumat 21 Agustus 2026.
Pelibatan para guru ini sebagai orang yang “digugu dan ditiru” oleh “Generasi Peduli Lingkungan” dalam menyamakan persepsi agar semua sekolah wajib berwawasan lingkungan menuju Sekolah Adiwiyata.
Devota menjelaskan, menjadi Sekolah Adiwiyata harus memenuhi beberapa aspek penting meliputi pemeliharaan kebersihan lingkungan sekolah, sanitasi dan drainase sekolah, inovasi pengelolaan sampah, menghemat penggunaan air dan energi, ketersediaan ruang terbuka hijau, serta integrasi materi lingkungan hidup dalam kurikulum sekolah.
Ia berharap dengan menerapkan sekolah berwawasan lingkungan, anak-anak diedukasi sejak dini dibentuk di lingkungan sekolah dengan melatih menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya sebagai wujud peduli terhadap lingkungan.
Ia meyakini lelalui lembaga pendidikan sejak dini anak-anak sudah dilatih kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, pengetahuan serupa akan diterapkan di lingkungan keluarga bersama orangtua. **





















