Menurutnya, dengan masuk sekolah kedinasan mereka bisa menunjukan kemampuan untuk bersaing secara sehat, dilatih kedisiplinan, ketekunan belajar dalam berusaha meraih cita-cita.

“Mimika ini kaya akan sumber daya alam dan anggarannya. Jika sumber daya masyarakat lokal sendiri tidak disiapkan secara baik dan adil melalui pendidikan akan menjadi boomerang bagi putra-putri Amungme dan Kamoro sendiri di waktu akan datang,” katanya.

Ia sangat berharap ada kebijakan dan keberpihakan nyata dari pemerintah dalam seleksi dan perekrutan calon mahasiswa IPDN.

Selain itu, Marianus berharap kedepan informasi pengumuman penerimaan calon mahasiswa sekolah kedinasan harus dibuka ke publik jangan ditutup-tutupi hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja.

“Kita harap Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bisa menterjemahkan kebutuhan masyarakat Papua, terutama Kamoro dan Amungme. Karena telah berhasil memperjuangkan pemekaran Daerah Otonomi Baru baik provinsi dan kabupaten, maka dibutuhkan kesiapan SDMnya harus menjadi perhatian,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.