Timika,papuaglobalnews.com – Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada manajemen SPBU SP 2, Keluruahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah melarang menjual BBM subsidi jenis Pertalite selama 14 hari, terhitung 9 hingga 22 Juli 2026 mendatang.

Pantauan media ini aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut sejak pagi hingga siang terlihat sepih. Hanya terlihat beberapa kendaraan roda dua dan mobil yang masuk mengisi BBM jenis Pertamax. Sementara sejumlah kendaraan truk pengangkut material masih mengantre di sekitar SPBU.

Sementara di pagar depan SPBU, Pertamina memasang spanduk informasi kepada publik “SPBU INI DALAM PEMBINAAN PT PERTAMINA PATRA NIAGA, SILAHKAN MENGISI BBM SUBSIDI PERTALITE DI SEPBU TERDEKAT”.

Junaedi Kalla, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Mimika menjelaskan Pertamina memberikan sanksi setelah ditemukan dua pelanggaran.

Pertama, SPBU melayani pengisian Pertalite bersubsidi pada kendaraan roda empat yang nomor polisinya tidak sesuai dengan barcode.

Kedua, pengisian kendaraan roda empat di dispenser khusus sepeda motor tanpa menggunakan barcode.

Berdasarkan kedua transaksi tersebut kata Junaedi merupakan indikasi penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi sehingga Pertamina bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika mengambil langkah pembinaan berupa penghentian pasokan Pertalite sementara.

Ia menegaskan, langkah tersebut guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran sekaligus menjaga hak masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Ia mengakui ini meerupakan sanksi kedua setelah sebelumnya telah mendapat teguran dan sanksi pada awal 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindag Mimika, Lamberth Nunaki, mengapresiasi kepada Pertamina yang telah memberikan tindakan tegas kepada manajemen SPBU tersebut.

Lamberth berharap pengawasan yang ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi dapat terus ditingkatkan demi menjaga keadilan dan stabilitas pasokan BBM di Mimika. **