Kuliah Gratis Jangan Bikin Plat Hitam Mati: Saatnya Gratiskan Mahasiswanya Bukan Gedungnya
Selama ini ada BOPTN untuk PTN. Perlu ada BOPTS untuk PTS yang akuntabel dan terakreditasi. Dana ini untuk operasional kampus agar mutu terjaga, bukan untuk menggratiskan. Yang menggratiskan adalah voucher mahasiswa. Ini ide Anda yang sangat tepat.
Pilar 2: Membedah Program MBG untuk Dana Abadi Kuliah
Rp93,7 T itu setara 78 hari anggaran MBG. Solusinya bukan hapus MBG, tapi bedah: audit dan efisiensi 15-20% lewat sentralisasi pengadaan dan digitalisasi. Hasilnya dialihkan ke Dana Abadi Pendidikan Tinggi + hasil berantas korupsi. Lebih berkelanjutan daripada APBN tahunan.
Pilar 3: Voucher Pendidikan Tinggi Bertingkat untuk Semua Pelajar
Inilah alternatif agar gratis untuk semua pelajar perguruan tinggi, bukan perguruan tingginya:
Tier 1 (Desil 1-4 Tidak Mampu): Gratis 100% UKT + biaya hidup, bisa dipakai di PTN dan PTS.
Tier 2 (Desil 5-7 Rentan): Gratis UKT.
Tier 3 (Desil 8-10 Mampu): Bayar UKT progresif.
Satu NIK satu bantuan, triangulasi DTKS + P3KE + Dukcapil agar orang mampu tidak menyamar miskin.
Jangan tanya di mana dia kuliah, tanya siapa dia dan seberapa butuh dia. Gratiskan manusianya, bukan gedungnya. Plat merah tetap gagah sebagai penjaga ilmu dasar, plat hitam tetap hidup sebagai mesin inovasi. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















