Keuskupan Sorong Tetapkan 22 Mei Hari Misi Katolik di Tanah Papua
Melalui kebijakan ini, setiap tanggal 22 Mei mulai tahun 2026, seluruh sekolah di bawah naungan YPPK KMS diliburkan, dan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan diarahkan untuk mengikuti perayaan ekaristi sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah awal Gereja Katolik di Tanah Papua.
Tim Kerja Dapur Harapan, yang selama ini berfokus pada riset dan pendokumentasian sejarah misi Katolik di Tanah Papua, menilai kebijakan ini sebagai tonggak penting dalam membangun kesadaran historis dan spiritual umat, khususnya generasi muda Papua.
“Kami juga mendorong para uskup di keuskupan lain di Tanah Papua, khususnya. Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Agats dan Keuskupan Timika, untuk mengambil langkah serupa melalui penerbitan surat keputusan atau surat gembala yang menetapkan 22 Mei sebagai hari bersejarah bagi umat Katolik di Papua,” tulis Tim Kerja Dapur Harapan.
Lebih lanjut, Tim Kerja Dapur Harapan mengundang seluruh umat Katolik, lembaga pendidikan, paroki, stasi, kapel, dan komunitas basis gerejani di seluruh Tanah Papua untuk turut ambil bagian dalam perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang akan diselenggarakan di Fakfak pada tanggal 18-24 Mei 2026.
Perayaan ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk merefleksikan perjalanan iman, memperkuat persaudaraan, serta memperbarui komitmen dalam menghadirkan terang Injil di Tanah Papua.
Tim Kerja Dapur Harapan juga mendorong agar setiap wilayah dan komunitas merayakan momentum ini sesuai dengan konteks lokal masing-masing, sehingga nilai-nilai sejarah, iman, dan budaya dapat terus hidup dan berkembang secara kontekstual.
“Demikian siaran pers ini disampaikan sebagai bentuk dukungan dan ajakan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan merayakan sejarah iman Katolik di Tanah Papua,” tulis Tim Kerja Dapur Harapan mengakhiri siaran pers. **




























