Kepala Suku Umum Kamoro dan Amungme Dijemput Meriah Masyarakat Adat Kamoro
Selain itu mengenai aturan denda adat, perselingkuhan dan masalah dengan suku lain dapat diselesaian secara baik sesuai adat dan tradisi yang berlaku dalam menjujung tinggi nilai-nilai budaya setempat.
Kehadiran Kepala Suku Umum sebagai mitra pemerintah, Yance berharap masalah kuota emas CPNS 280 formasi tahun 2024 yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum direalisasikan supaya dapat dijawab oleh Bupati Mimika.
“Ini tanah adat Kamoro pemerintah bisa benahi semua persoalan ini,” harapnya.
Poin penting lain yang menjadi pokok inti diperjuangkan mengenai tempat tinggal dan keberadaan orang Kamoro dan simbil-simbol adat yang diwariskan leluhur tidak boleh dilupakan atau dihilangkan melainkan terus dilestarikan sebagai kekayaan.
“Kemudian tentang batas tanah adat, patok adat orang Kamoro, kita generasi tidak boleh mengada-ada. Sehingga tidak terjadi konflik sosial. Pemerintah juga jangan mengubah lagi batas hidup yang sudah dibuat sejak nenek moyang dulu,” pesannya.
Ia mengajak semua masyarakat Kamoro bersatu menjaga dusun yang ada dan tetap menjunjungi tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan leluhur di tanah ini. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















