Kepala PKUB Kemenag RI: Kita Ingin Indonesia Jadi Destinasi Kerukunan Umat Beragama di Dunia
Menurutnya, keberagaman memperkuat perbedaan dalam merawat persatuan bukan untuk perpecahan. Melalui ruang dialog antarumat beragama secara intens menjadi kunci utama dalam meredam setiap isu atau gejolak yang muncul dari luar untuk memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Sebab ketika ada isu tersebut mudah diselesaikan karena tokoh-tokohnya sudah saling mengenal. Dan dengan pendekatan harmoni ego, karena Indonesia berideologi Pancasila yang dapat mengikat perbedaan dengan Bhineka Tinggal Ika.
Menghadapi setiap persoalan agama yang muncul akibat miskomunikasi, ia sangat menganjurkan harus mengoptimalkan peran FKUB menjadi jembatan dalam menyelesaikan akar permasalahannya, bukan membiarkan viral untuk membesar-besarkan dengan informasi yang tidak benar. Langkah ini penting dilakukan dalam merawat NKRI.
Semua ini dilakukan sesuai dengan delapan program prioriitas Kemenag RI, meliputi: (1) Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan; (2) Penguatan Ekoteologi; (3) Layanan Keagamaan Berdampak; (4) Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi; (5) Pemberdayaan Pesantren; (6) Pemberdayaan Ekonomi Umat; (7) Sukses Haji; dan (8) Digitalisasi Tata Kelola. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















