Kepala DTPHP Mimika Bersama Kelompok Makaro Tani SP5 Panen Padi Gogo di Atas Lahan Lima Hektar
Limau Asri Barat, papuaglobalnews.com – Abdul Haris Sudharmono, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersama Kelompok Makaro Tani SP5, Kampung Limau Asri Barat, Distrik Iwaka, melakukan panen perdana padi gogo sawah di atas lahan seluas lima hektar, Rabu 26 Agustus 2026.
Dalam kegiatan panen tersebut, Haris didampingi Bernard D. Ansaka, Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Sarana Pertanian, Kabid Pangan Anwar, serta sejumlah staf DTPHP. Hadir pula Sutejo selaku Ketua Kelompok Tani Makaro Tani SP5, Kampung Limau Asri Barat, Distrik Iwaka.
Haris menjelaskan, padi gogo sawah tadah hujan tersebut dipanen pada usia 95 hari atau sekitar tiga bulan lebih setelah ditanam pada Mei lalu.
Menurutnya, lahan seluas lima hektar tersebut dalam setahun dapat ditanami dua kali. Meskipun saat ini Mimika menghadapi musim kemarau panjang hampir dua bulan lebih, kondisi tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tanaman padi karena kawasan tersebut telah disiapkan sistem irigasi yang cukup baik.
Ia mengatakan, kawasan persawahan tersebut selain telah dibangun irigasi oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, juga sudah memiliki jalan tani untuk memudahkan aktivitas masyarakat dalam mengangkut hasil panen, baik padi maupun sayur-sayuran.
Haris berharap ke depan melalui Program Strategis Nasional (PSN) Kementerian Pertanian akan ada penambahan perluasan area sawah seluas enam hektar dari yang ada saat ini lima hektar menjadi 11 hektar.
Haris menyebutkan, sekitar 20-an tahun lalu, pada masa pemerintahan Bupati Mimika almarhum Klemen Tinal, kawasan tersebut sudah pernah dibuka untuk persawahan seluas 500 hektar hingga sempat dilakukan panen raya.
Namun, dalam perjalanan, kegiatan tersebut kembali berhenti karena masyarakat merasa biaya untuk mencetak sawah secara mandiri terlalu mahal.
Untuk mendukung program peningkatan produksi padi sawah, Haris mengungkapkan bahwa saat ini DTPHP telah menyerahkan berbagai fasilitas pertanian, seperti traktor, mesin perontok, mesin penggiling dan kebutuhan pertanian lainnya.
Ia memastikan seluruh kebutuhan petani akan terus dilengkapi secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Hal tersebut dilakukan dengan harapan masyarakat tetap semangat bertani, baik menanam padi maupun berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya.
Haris juga memastikan ke depan pemerintah siap memberikan subsidi mulai dari benih, peralatan, pupuk hingga kebutuhan lainnya. Dengan demikian, petani tinggal menanam dan merawat tanaman, sementara hasil panennya menjadi milik petani.
Ia menambahkan, dalam mendukung swasembada pangan, khusus untuk padi, pemerintah telah bekerja sama dengan TNI dalam menjaga keamanan, yang sebelumnya dikenal dengan Upaya Khusus (Upsus), termasuk pembangunan jembatan serta membantu proses tanam dan panen.
Sementara untuk komoditas jagung, pemerintah bekerja sama dengan Kepolisian. Kerja sama tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertanian dengan Panglima TNI dan Kapolri di Jakarta.
Selain di SP5, Haris mengatakan akan berkoordinasi dengan Dandim 1710 Mimika untuk meminta bantuan pembangunan jembatan di wilayah persawahan Kampung Mwuare, Distrik Mimika Timur.
Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mimika, pembangunan yang berkaitan dengan pertanian mendapat dukungan dari TNI.
“Kita harap petani mau tanam, pemerintah akan siapkan tenaga penyuluh dan peralatan tani serta pupuk dan obat-obat lainnya,” kata Haris.
Ia menegaskan, program swasembada pangan tersebut sesuai dengan visi dan misi Presiden Prabowo, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dan Bupati Mimika Johannes Rettob.
“Semua ini tujuan supaya pangan tersedia, ekonomi petani makin tumbuh kuat menuju kesejahteraan serta kemandirian petani itu sendiri,” ujarnya.
Haris meyakini ke depan petani mampu mencetak sawah semakin luas sehingga berdampak terhadap peningkatan hasil panen. Dengan harga pasaran yang dinilai cukup baik, kondisi tersebut diharapkan dapat membawa kehidupan petani semakin sejahtera.
Sementara itu, Sutejo selaku Ketua Kelompok Tani Makaro Tani SP5 mengemukakan, varietas padi gogo selama ini hanya ditanam di kebun tadah hujan. Namun, dirinya bersama anggota kelompok tani lainnya mencoba menanamnya dengan sistem persawahan dan ternyata mampu memberikan hasil yang sangat baik. Dari dua bibit padi yang ditanam muncul tunas tambahan hingga lima atau enam.
Ia menyebutkan berdasarkan pengalaman hasil panen satu hektar pertama sebelumnya dari 20 kilogram bibit yang ditanam mampu menghasilkan dua ton gabah dan setelah digiling mendapat 600 Kg beras.
Ia mengungkapkan, padi yang dipanen tersebut merupakan hasil panen perdana. Lahan seluas lima hektar dikerjakan oleh lima orang petani dengan masing-masing mengolah lahan seluas satu hektar.
Sutejo juga mengaku ke depan akan kembali membuka tambahan lahan seluas enam hektar di kawasan yang sama.
“Ini lahan milik petani sendiri yang sudah ada sertipikatnya,” kata Sutejo.
Ia mengakui, lahan seluas lima hektar tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk dipanen secara manual. Hal itu karena mesin Combine Harvester masih dalam kondisi perawatan setelah terlalu lama tidak digunakan.
Selain masih dalam perawatan, kata Sutejo, mesin tersebut meskipun sudah tersedia belum bisa digunakan untuk memanen padi karena kondisi tanah masih basah atau belum padat. Hal itu dikhawatirkan membuat mesin dapat tertanam di dalam tanah.
Sutejo mengatakan, untuk sementara hasil panen selain memenuhi kebutuhan petani sendiri juga dijual kepada masyarakat sekitar SP5 dengan harga Rp20 ribu per kilogram.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DTPHP Mimika yang selama ini memperhatikan kebutuhan petani dengan menyalurkan pupuk dan berbagai fasilitas pertanian lainnya.
“Bantuan yang ada sangat dirasakan manfaatnya oleh kami petani dari sisi pembiayaan. Adanya bantuan ini membuat kami petani semakin semangat menanam,” ujar Sutejo.
Di tempat yang sama, Bernard D. Ansaka, Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Sarana Pertanian, menambahkan untuk mendukung petani, dinas akan terus memberikan perhatian, termasuk dalam pemberian peralatan pertanian.
Ia menyebutkan, ke depan perluasan lahan sawah dapat ditambahkan hingga mencapai 20 hektar. Pemerintah juga akan memberikan peralatan untuk pengolahan lahan, panen dan pengupasan hasil pertanian.
“Peralatannya sudah dikasih semua kepada petani tinggal digunakan saja,” kata Bernard.
Sementara itu, Kabid Pangan Anwar mengemukakan pengembangan dan penguatan potensi sawah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan lokal berkualitas yang dicanangkan Pemerintah Pusat, sehingga masyarakat tidak bergantung pada pendistribusian pangan dari daerah lain.
Ia menambahkan, program perluasan lahan tersebut selain menyasar padi sawah juga diarahkan untuk pengembangan tanaman pangan seperti jagung, keladi dan petatas dalam gerakan keragaman pangan lokal.
Ia berharap ke depan petani di Timika mampu mewujudkan swasembada pangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika. **






















