Ia menambahkan selain membangun kolaborasi antar OPD juga menjalin kerjasama dengan mitra-mitra non pemerintah yang memiliki pandangan, kompetensi serta visi dan misi yang sama dalam membangun Mimika kedepan semakin maju.
Kepada OPD, Kemong juga menekankan bahwa selain menjalankan program sesuai visi dan misi kepala daerah juga menjalankan Asta Cita Presiden.

“Selama dua hari telah membahas program usulan Musrenbang tingkat distrik yang ditindaklanjuti dalam Musrenbang Kabupaten untuk menjadi program tahunan, tapi program nasional wajib dijalankan. Seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, sekolah sepanjang hari (SSH) dan ketahanan pangan wajib dilaksanakan. Ini semua menjadi tugas semua OPD teknis terkait,” pesannya.

Ia juga mempersilakan kepada OPD membangun kemitraan dalam mendukung percepatan pelaksanaan program-program yang ada.

Kemong menekan hal ini secara terus menerus dengan alasan akibat dari keterlambatan OPD menjalankan kegiatan berdampak pada Bupati dan Wakil Bupati tidak mendapatkan kesempatan penilaian terbaik dari masyarakat.

Dengan pelantikan pimpinan eselon II, III dan IV yang baru di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika diharapkan mempercepat menjalankan program selanjutnya semakin baik.

Berkaitan dengan hal itu, ia berharap penggunaan anggaran dalam situasi efisiensi satu rupiahpun harus dipertanggungjawabkan dengan prinsip efektivitas mengutamakan program menyentuh kebutuhan dasar Mimika.

Kemong menegaskan dirinya bersama Bupati Mimika akan terus mendorong pimpinan OPD rutin naik ke gunung, turun ke pantai dalam menjalankan program berpihak pada masyarakat.

Kemong menyampaikan beberapa poin penegasan tersebut sebagai bentuk curahan hati dan perasaan karena selamat ini apapun yang sudah dilakukan oleh pemerintah walaupun baik namun masih saja mendapat sorotan negatif dari masyarakat.

Ia berharap dengan adanya pimpinan yang baru mulai dari kepala OPD, Bagian dan Kepala Distrik harus betul-betul bangkit bekerja keras bukan “tidur terus sepanjang hari”.
Dikatakan, Bupati dan dirinya sudah memilih para pimpinan untuk dilantik melalui sebuah proses panjang yang sangat baik berdasarkan penilaian atas kemampuan dan kompetensi yang dimiliki, sehingga bekerja dengan sungguh, meskipun dalam keputusan dalam pelantikan Bupati dan Wakil Bupati menerima risiko disoroti habis-habisan oleh masyarakat.

“Risiko dari luar berbicara dengan berbagai cara. Tapi kami sudah putuskan bapak ibu menduduki jabatan ini, karena itu mendukung kami berdua dengan menjalankan program ini secara serius,” ujarnya. **