Dalam video tersebut aksi permintaan bantuan bus dijaga oleh aparat keamanan.

Sementara pada rekaman video lain berdurasi empat puluh lima detik terdengar suara yang menyampaikan bahwa masyarakat mulai turun berjalan kaki dari Mile 50 menuju Timika persiapan perang.

Sebelumnya, Awen Magai, adik kandung korban di lokasi kajadian meminta kepada aparat kepolisian segera menelusuri dan menangkap oknum pelaku yang menghabisi nyawa kakak sulungnya dalam waktu 1×24 jam untuk diproses hukum.

Awen mengancam jika dalam waktu 1×24 jam tidak berhasil mengamankan pelaku dirinya akan mengajak anggota keluarga besarnya melakukan perang di Kota Timika. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.