Keluarga Enia Magai dan Yupini Minta Nama LMA Boteuka Diganti
Demianus meminta kepada ketua sementara yang sudah dipilih dalam persiapan memimpin LMA kedepannya harus memperhatikan hal ini secara serius dan jangan bermain-main dengan penggunaan mana tersebut.
Secara tegas, Demianus mengingatkan kepada masyarakat Woge sudah waktunya cukup menyalahgunakan nama ini di wilayah Kampung Mudetadi Distrik Bouwobado Kabupaten Deiyai yang hingga kini perkembangan belum semua dirasakan oleh masyarakat setempat.
“Suku lama Distrik Bouwobado selalu jadi sumber pendapat untuk hidup. Tapi pembangunan tidak ada sama sekali itu, saya minta cukup, sekarang dilarang menggunakan Boteuka dan Bontomobui, tidak boleh pakai lagi,” katanya.
Meskipun demikian, Demianus mengapresiasi atas lahirnya LMA baru oleh masyarakat Woge dalam musyawarah pada 31 Oktober 2026 di Wagete Deiyai. Namun Demianus meminta penggunaan nama Boteuka supaya dihapus atau diganti dengan sebutan lain sebelum orangtua mengambil langkah-langkah tegas melakukan tuntutan secara adat atas kerugian penggunaan nama milik Marga Enia Magai dan Yupini tanpa ijin. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


