Dianu mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan ikatan persaudaraan antarumat beragama di Mimika. Mengingat daerah Timika dihuni oleh masyarakat yang heterogen, tindakan provokasi yang menyasar simbol atau aset lembaga keagamaan harus dilawan dengan kedewasaan berpikir seluruh warga.

“Kami berharap seluruh umat di Mimika perlu saling menjaga satu sama lain, terutama pada saat hari-hari besar keagamaan, jangan biarkan aksi sepihak oknum tertentu memecah belah kita,”  harap Dianu.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Mimika yang telah menerima laporan resmi dari pihak Keuskupan demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Keutuhan hidup berdampingan secara damai, aman, dan sejahtera harus tetap menjadi prioritas utama demi kemajuan Kabupaten Mimika, Papua Tengah. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.