“Hingga saat ini, belum tersedia transportasi penumpang. Jumlah armada pribadi yang mampu melayani rute tersebut seperti Hilux atau Fortuner sangat terbatas. Kondisi jalan yang terjal, rusak dan rawan kecelakaan semakin memperburuk situasi mobilitas masyarakat,” keluh Andreas.

Menurutnya kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan, karena masyarakat di Piyaiye, Sukikai Selatan, Mapia Barat, dan Mapia Tengah hidup dalam keterbatasan serius dan nyaris tidak berdaya dalam mengakses transportasi yang aman, layak, dan terjangkau.

Ia berharap situasi ini membutuhkan perhatian nyata dan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan agar persoalan transportasi di wilayah tersebut segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Ia berharap semoga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, mobilitas masyarakat dapat berlangsung aman, lancar tanpa hambatan, serta membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman Pihaihe, Mapia Barat, Mapia Tengah dan sekitarnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.