Jelang Nataru, Dinas Ketahanan Pangan Mimika Adakan GPM, Ini Jadwalnya
Timika,papuaglobalnews.com – Menenuhi kebutuhan ketahanan pangan untuk masyarakat Mimika menjelang hari Raya Natal 25 Desember 2025 dan menyambut Tahun Baru 1 Januari 2026, Dinas Ketahanan Pangan Mimika siap melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Sesuai jadwal pada Rabu besok 17 Desember 2025 dipusatkan di Gereja Jemaat Betlehem SP4, Kelurahan Wonosari Jaya Distrik Wania. Selanjutnya pada Sabtu 20 Desember 2025 dipusatkan di eks Pasar Swadaya, Kelurahan Koperapoka di Jalan Yos Sudarso.
Informasi ini disampaikan Yulius Koga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan melalui Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Abdul Haris Sudharmono di sela-sela Sidak TPID di Pasar Sentral, Selasa 16 Desember 2025.
Haris menjelaskan selama Desember ini Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan empat kali Gerakan Pangan Murah (GPM).
Menyukseskan GPM ini, Haris menyebutkan menggandeng Bulog dan distributor dengan menyiapkan stok pangan jauh lebih banyak dari operasi pasar biasanya selama ini.
“Kita berharap lewat operasi pasar murah ini dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Dalam GPM ini, barang yang dijual sudah mendapat subsidi dari pemerintah sehingga lebih murah dari biasanya.
Ia mencontohkan telur ayam ras lokal saat ini dipasaran Rp75 ribu dalam operasi pasar murah turun menjadi Rp45 ribu.
Penetapan harga subsidi ini sudah sesuai Peraturan Bupati (Perbup) bahwa harga di pasaran boleh naik turun tetapi subsidi kepada masyarakat tetap dilaksanakan.
Kepada masyarakat Mimika, Haris mengharapkan menghadapi Natal dan Tahun Baru jangan merasa panik kehabisan pangan. Karena sesuai hasil Sidak di Bulog, stoknya mampu memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan kedepan. Sedangkan terjadinya kenaikan harga komoditi lokal bumbu dampur cabai rawit di pasaran sesuatu yang wajar, selain alasan persediaan terbatas dari petani juga kualitasnya lebih baik dapat bertahan lama.
Sementara Sabelina Fitriani, Kepala Disnakkeswan Mimika melalui Agustinus Mandang, Kabid Bina Usaha Peternakan mengemukakan, untuk saat ini persediaan daging ayam beku segar dari Surabaya sangat mencukupi, mengingat setiap bulan 300-400 ton ditambah produk lokal meskipun jumlahnya belum terlalu banyak.
Agus mengakui harganya saat mengalami kenaikan berkisar Rp41-44 ribu perkilo.
Selain daging ayam beku, telur ayam ras lokal masih mencukupi permintaan masyarakat dengan patokan harga beragam Rp65 dan 75 ribu per rak.
“Kita ingatkan pedagang tidak boleh jual lewat dari Rp80 ribu,” harapnya.
Agus menegaskan untuk telur ayam ras lokal Mimika sudah masuk tahap swasembada telur kecuali daging ayam masih dalam tahap pengembangan menuju swasembada daging ayam beku segar.
“Desember ini permintaan DOC anak ayam seluruh Indonesia sangat banyak. Sehingga hanya 40-60 boks yang masuk setiap minggu. Tapi Januari 2026 sudah kembali normal untuk DOCnya,” pungkasnya. **














