Penetapan harga subsidi ini sudah sesuai Peraturan Bupati (Perbup) bahwa harga di pasaran boleh naik turun tetapi subsidi kepada masyarakat tetap dilaksanakan.

Kepada masyarakat Mimika, Haris mengharapkan menghadapi Natal dan Tahun Baru jangan merasa panik kehabisan pangan. Karena sesuai hasil Sidak di Bulog, stoknya mampu memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan kedepan. Sedangkan terjadinya kenaikan harga komoditi lokal bumbu dampur cabai rawit di pasaran sesuatu yang wajar, selain alasan persediaan terbatas dari petani juga kualitasnya lebih baik dapat bertahan lama.

Sementara Sabelina Fitriani, Kepala Disnakkeswan Mimika melalui Agustinus Mandang, Kabid Bina Usaha Peternakan mengemukakan, untuk saat ini persediaan daging ayam beku segar dari Surabaya sangat mencukupi, mengingat setiap bulan 300-400 ton ditambah produk lokal meskipun jumlahnya belum terlalu banyak.

Agus mengakui harganya saat mengalami kenaikan berkisar Rp41-44 ribu perkilo.

Selain daging ayam beku, telur ayam ras lokal masih mencukupi permintaan masyarakat dengan patokan harga beragam Rp65 dan 75 ribu per rak.

“Kita ingatkan pedagang tidak boleh jual lewat dari Rp80 ribu,” harapnya.

Agus menegaskan untuk telur ayam ras lokal Mimika sudah masuk tahap swasembada telur  kecuali daging ayam masih dalam tahap pengembangan menuju swasembada daging ayam beku segar.

“Desember ini permintaan DOC anak ayam seluruh Indonesia sangat banyak. Sehingga hanya 40-60 boks yang masuk setiap minggu. Tapi Januari 2026 sudah kembali normal untuk DOCnya,” pungkasnya. **