6. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 0,29 persen.

Sementara itu, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga atau deflasi, yaitu:

1. Kelompok pakaian dan alas kaki turun 1,35 persen,

2. Kelompok transportasi turun 0,20 persen,

3. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,01 persen, serta

4. Kelompok pendidikan turun 0,15 persen.

Dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Papua Tengah, tingkat inflasi di Timika masih relatif terkendali. Timika mencatat inflasi sebesar 1,55 persen, lebih rendah dibandingkan Nabire yang mencapai 3,23 persen.

BPS Mimika menyebutkan, kenaikan harga di Timika terutama dipengaruhi oleh peningkatan biaya pada subkelompok jasa kesehatan, perlengkapan rumah tangga, dan layanan restoran. Namun, penurunan harga di sektor transportasi dan pakaian membantu menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.

Secara umum, kondisi inflasi di Timika pada Oktober 2025 masih berada dalam kategori rendah dan stabil. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan kestabilan ekonomi daerah tetap terpelihara.**

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.