GKII Sinode Papua II Siap Gelar Konferensi Ke IV Sinode GKII, Libatkan 28 Klasis
Timika,papuaglobalnews.com – Gereja Sinode Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah siap melaksanakan Konferensi Sinode IV GKII pada 15-18 September 2026. Agenda yang semula direncanakan berlangsung di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, akhirnya dipindahkan ke Timika karena pertimbangan situasi keamanan yang hingga kini belum kondusif akibat konflik. Pelaksanaan konferensi akan dipusatkan di Kantor Sinode Wilayah II Papua Tengah, Jalan Mayon, Timika.
Sebagai bentuk mematangkan persiapan menyukseskan agenda keagamaan tersebut, panitia bersama Badan Pengurus Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah menggelar rapat di Kantor Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah, di Jalan Mayon, Distrik Kuala Kencana, Rabu 29 Juli 2026.
Rapat dihadiri Ketua Umum Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah, Pdt. Dr. Hans Wakerkwa, M.Si, Wakil Ketua Panitia Konferensi Sinode IV Wilayah II Papua Tengah Pdt. Theis Wonda, S.Th, Sekretaris Panitia Moses Wakerkwa, serta pengurus empat klasis di Kabupaten Mimika.
Pdt. Theis Wonda menjelaskan, Konferensi Sinode IV akan melibatkan 28 klasis yang akan memilih Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah sekaligus membahas berbagai program kerja gereja untuk lima tahun ke depan.
Menuju puncak pelaksanaan konferensi, panitia terus melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis maupun fisik. Salah satunya melalui rapat koordinasi yang baru saja dilaksanakan.
Dalam menyukseskan agenda besar tersebut, Pdt. Theis yang didampingi Moses Wakerkwa selaku Sekretaris Panitia mengharapkan dukungan serta partisipasi penuh dari semua pihak agar pelaksanaan konferensi dapat berjalan sesuai harapan seluruh jemaat.
Sebagai panitia, ia juga meminta dukungan doa dari para hamba Tuhan dan seluruh jemaat agar diberikan kemampuan dalam menjalankan amanat yang dipercayakan. Selain itu, ia mengajak seluruh warga gereja mengambil bagian secara langsung melalui dukungan material dalam bentuk apa pun.
Ia mengajak para tokoh agama, tokoh jemaat, kaum profesi, maupun kaum perempuan untuk bergandengan tangan dan bersama-sama mempersiapkan seluruh kebutuhan demi mendukung pelayanan gereja yang semakin baik.
Pdt. Theis menyebutkan, 28 klasis yang akan mengikuti konferensi tersebut terdiri atas 12 klasis dari Kabupaten Intan Jaya, 12 klasis dari Kabupaten Puncak, empat klasis dari Kabupaten Mimika, dan satu klasis dari Kabupaten Puncak Jaya.
Sementara itu, Ketua Umum GKII Wilayah II Papua Tengah, Pdt. Dr. Hans Wakerkwa, M.Si, mengatakan Konferensi Sinode IV pada awalnya diputuskan berlangsung di Kabupaten Puncak. Namun, setelah mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan yang belum memberikan jaminan, panitia akhirnya memutuskan memindahkan lokasi pelaksanaan ke Timika.
Selain faktor keamanan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan rencana peresmian Graha Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah di Jalan Mayon-Trans Papua yang kini telah memasuki tahap akhir pembangunan. Dari sisi akses, Timika juga dinilai lebih mudah dijangkau oleh peserta dari 28 klasis, khususnya yang berasal dari wilayah pedalaman.
Menurut Pdt. Hans, selain memilih Ketua GKII Wilayah II Papua Tengah, Konferensi Sinode IV juga akan membahas dan menetapkan berbagai garis-garis besar program gereja yang akan dijalankan oleh kepengurusan baru selama lima tahun mendatang.
“Kami panitia, pengurus GKII bersama 28 klasis sementara menyiapkan diri untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Puji Tuhan, kaum profesi sebagai kader gereja sangat mendukung acara ini,” kata Pdt. Hans usai rapat.
Ia mengungkapkan, konferensi tersebut dipastikan akan dihadiri Presiden GKII Asia Tenggara, Ketua Misi MAF, Kepala Binmas Kristen RI, sejumlah pimpinan organisasi keagamaan di Mimika dan Papua Tengah, serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten tetangga.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut sangat penting karena gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di Tanah Papua.
Selain itu, gereja juga senantiasa hadir mendampingi masyarakat, khususnya warga sipil yang menjadi korban konflik maupun pengungsi di Papua, terutama di wilayah Papua Tengah.
“Konsen kami pengurus Sinode saat ini melakukan pendampingan dan pembinaan kepada warga kami yang mengungsi, korban kekerasan, warga yang meninggal akibat ditembak, lebih khusus di wilayah Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Nduga,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Pdt. Hans mengajak seluruh jemaat GKII dan semua pihak untuk terus memberikan dukungan doa agar pelaksanaan Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses. **













