Gelar Forum Konsultasi Publik, Slamet Sutejo: Disdukcapil Komitmen Berikan Layanan Maksimal kepada Masyarakat
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan menghadirkan berbagai unsur pemerintah, swasta, lembaga keagamaan, dan pemuda. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian PAN-RB, Ditjen Dukcapil Kemendagri, serta Ombudsman Papua.
Kegiatan yang mengusung tema “Hak Akses Pemanfaatan Data Kependudukan dan Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten Mimika Tahun 2026” ini berlangsung di salah satu hotel di Timika, Kamis 23 April 2026.
Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi dari mandatori Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2009, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menjelaskan FKP ini sangat penting, khususnya dalam pemanfaatan akses data antar-OPD. Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah di Papua Tengah yang telah memiliki tiga OPD dengan hak akses langsung ke data Dukcapil Kemendagri.
Menurutnya, kehadiran Ombudsman dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana kualitas pelayanan publik di Mimika. Meskipun pada tahun 2025 Disdukcapil Mimika tidak termasuk dalam penilaian kinerja akibat pergantian objek penilaian, namun komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tetap menjadi prioritas utama.
Slamet menegaskan pelayanan Disdukcapil bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan atau sertifikat, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Mantan Kepala Distrik Tembagapura itu mengakui bahwa dalam forum tersebut pihaknya menerima banyak masukan dari peserta. Diharapkan ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin baik, mudah, dan cepat, sehingga bermuara pada kepuasan masyarakat, baik di wilayah perkotaan, pesisir, maupun pegunungan.
Ia juga menyampaikan dalam memberikan pelayanan maksimal, Disdukcapil terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti instansi vertikal, akademisi, dan tokoh masyarakat, guna memperkaya masukan, saran, dan kritik yang bersifat konstruktif.




























