Fasilitasi Perdamaian Kubu Dang dan Newengalem di Kwamki Narama, Deky Tenoye Ucapkan Terima Kasih kepada Pemerintah Mimika dan Puncak
Menurutnya, tekanan tersebut lahir dari rasa keprihatinan yang mendalam karena konflik adat sulit diselesaikan tanpa dukungan pemerintah, terlebih pihak kepala suku maupun DPRK tidak memiliki anggaran untuk menangani perang adat.
“Maka kami minta Bupati Mimika dan Bupati Puncak meskipun tidak ada anggaran untuk perang-perang, tapi kami minta turun mendukung selesaikan persoalan ini dengan cara apapun. Ini yang kami bicaranya keras sehingga ada kata-kata saya yang kurang enak didengar oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika, saya mohon dimaafkan,” ungkapnya.
Sebagai tokoh adat, Deky menegaskan dirinya tidak menginginkan konflik berkepanjangan karena hanya akan menimbulkan semakin banyak korban jiwa.
Ia juga mendoakan agar Bupati dan Wakil Bupati Mimika selalu diberikan perlindungan dan berkat oleh Tuhan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















