Fungsi Hutan Mangrove

Keberadaan hutan mangrove memiliki manfaat besar dari segi ekologis, fisik, maupun ekonomis. Namun saat ini, keberadaannya semakin berkurang akibat penebangan oleh pihak-pihak yang belum memahami pentingnya fungsi mangrove.

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di wilayah rawa dan garis pantai. Ekosistem ini memiliki peran penting bagi masyarakat pesisir dan lingkungan sekitarnya.

Kerusakan mangrove tidak hanya mengurangi produksi darat dan perairan, tetapi juga mengancam habitat satwa liar, mengurangi keanekaragaman hayati, serta merusak stabilitas lingkungan pesisir yang berfungsi melindungi kawasan pertanian dan permukiman.

Mangrove juga berperan sebagai penghubung antara daratan dan lautan. Berbagai unsur seperti nutrisi, organisme, dan material lainnya ditransfer melalui ekosistem ini. Selain itu, mangrove berfungsi sebagai filter alami yang mengurangi dampak perubahan lingkungan serta menjadi sumber makanan bagi biota laut dan darat.

Contoh Pengembangan Mangrove

Di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, terdapat Kelompok Tani Hutan yang mengolah daun mangrove menjadi teh dan produk lainnya. Kelompok ini telah memiliki rumah produksi yang didukung oleh BRIN.

Produk unggulan mereka adalah Teh Mangrove Achantus yang berasal dari daun mangrove jenis Achantus. Dengan pembinaan dari Yayasan Ekologi Sahul Lestari dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, kelompok mama-mama di Mimika berhasil mengembangkan produk ini secara ekonomi.

Hingga saat ini, penjualan telah mencapai 103 kilogram dengan nilai lebih dari Rp20 juta. Satu kotak teh dijual seharga Rp20.000, sementara kemasan aluminium foil 100 gram dijual Rp30.000. Produk ini juga diyakini memiliki manfaat kesehatan berdasarkan hasil uji laboratorium, termasuk kandungan antioksidan bagi perokok.

Keberhasilan ini turut meningkatkan ekonomi keluarga dan menarik minat masyarakat lain untuk bergabung.

Selain itu, pengembangan ekowisata mangrove di Pomako oleh Pemerintah Kabupaten Mimika juga menjadi salah satu ikon wisata berbasis lingkungan di daerah tersebut.

Jika mangrove terus mengalami kerusakan atau hilang, maka produksi laut dan sumber daya pesisir akan menurun secara signifikan. Oleh karena itu, sangat penting adanya regulasi daerah di Provinsi Papua Tengah yang secara khusus mengatur perlindungan dan pengembangan mangrove.

Sebagai manusia berbudaya dan memiliki akal sehat mari terus menjaga bumi dengan tidak merusak mangrove. Keberadaannya sejatinya selain memberikan manfaat ekonomi, asupan zat gizi bagi biota laut juga sebagai sumber penyuplai oksigen. *