Timika,papuaglobalnews.com – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika kini membangun empat dari tujuh Teras Pangan (TENA) gratis.

Pembangunan TENA yang langsung di area parkir Kantor DKP di Jalan Poros SP2-SP5 ini menggunakan APBD induk Mimika sebesar Rp500 juta. Paket pekerjaan sistem Penunjukan Langsung (PL) ini dikerjakan oleh CV. Cenderawasih Bersuil selama 90 hari kerja sejak 14 Juli hingga 11 Oktober 2026.

Demikian disampaikan oleh Gat Tebay, AP., M.Si melalui Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Herlina Imea kepada papuaglobalnewsc.om di ruang kerjanya, Selasa 22 September 2026.

Herlina  menjelaskan untuk mendapatkan calon UMKM yang akan menempati TENA sudah diawali dengan sosialisasi kepada para pelaku UMKM pada Jumat 18 September 2026 di ruang rapat Kantor DKP.

“Awalnya kita share flayer informasi penempatan Teras Pangan lewat kita punya Medsos DKP dan disambut sangat antusias oleh masyarakat. Saat kita sosialisasi juga dibagikan formulir pengisian data bagi calon UMKM yang akan diseleksi. Sampai  hari ini baru dua orang yang kembalikan formulir itu,” jelas Herlina.

Herlina mengakui pada awal flayer informasi di-share ke publik melalui akun Medsos DKP banyak yang merespon mengirim lewat e-mail DKP.

“Di situ terjadi sedikit kesalahpahaman, dikira kita merekrut tenaga atau posisi manajer, padahal tidak. Namun setelah dijelaskan pada saat sosialisasi bahwa untuk membuka calon UMKM yang bersedia membuka Teras Pangan baru mereka paham. Peserta yang tempati Teras Pangan khusus mereka yang lolos seleksi sesuai tahapan,” jelasnya.

Ia menjelaskan TENA ini menjadi salah satu tempat bagi pelaku usaha yang bergerak menyajikan olahan pangan lokal bervariatif diantaranya cemilan, papeda kuah kuning atau makan berat lainnya untuk dijual kepada masyarakat Mimika.

Menurutnya, Mimika dengan potensi kekayaan pangan lokal hasil tani sangat beragam memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk berusaha menyajikan pangan beragam jenis dengan tetap memperhatikan nilai gizi, faktor keamanannya dan kualitasnya tidak kalah bersaing dengan sajian menu masakan yang sudah tren saat ini.

Herlina mengungkapan, konsep TENA ini sejalan dengan program yang selama ini dijalankan oleh DKP memberikan pelatihan dan perlombaan cipta menu pangan lokal kepada kelompok binaan. Pada tahun 2025 lalu, peserta yang keluar sebagai juara I perwakilan kelompok binaan ibu-ibu dari Distrik Kuala Kencana.

“Pada saat kita sosialisasi kemarin kita pesan snack berbasis pangan lokal dari kelompok ibu-ibu Distrik Kuala Kencana,” katanya.

Pada saat sosialisasi para peserta terdiri dari kelompok binaan, PKK dari Distrik Mimika Baru, Wania dan Kuala Kencana, Dharma Wanita DKP, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasnada) dan Diskop UMKM Mimika dibekali dengan materi manajemen keuangan sederhana dan manajemen operasional.

Pada saat sosialisasi juga baru diketahui ada peserta yang sudah menjalankan usahanya selama ini sistem delivery atau pesan antar dengan alasan belum mempunyai tempat dan mahalnya biaya sewa. Hadirnya TENA menjadi salah satu solusi menjawab kebutuhan tempat bagi pelaku UMKM.

Ia menambahkan sesuai rencana awal akan membangun 10 TENA. Namun dalam perjalanan keterbatasan dana dan mengalami hambatan pada lokasi dimana salah satu bangunan rumah dinas DKP belum dibongkar karena masih ditempati mantan pegawai DKP. Dengan alasan itu volumenya dikurangi menjadi tujuh TENA. Dari tujuh itu tahap awal dibangun empat TENA, sementara tiga lainnya diusulkan pada APBD Perubahan namun belum diakomodir.

Ia berharap tiga TENA lainnya dapat diakomodir pada APBD induk 2027 nanti.

Ia menjelaskan empat TENA yang kini lagi dikerjakan dilengkapi WC, gudang dan ruangan administrasi. Selain itu akan dilengkapi dengan tenda atau tempat duduk santai bagi tamu atau pengunjung yang datang menikmati pangan lokal.

Pelaku UMKM yang lolos seleksi menempati TENA tanpa dipungut biaya sewa hanya akan disepakati dikenakan biaya pungut sampah.

Lahirnya ide ini, sebut Herlina berangkat dari tema inovasi daerah Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan “Dari Kebun Kita ke Meja Kita”. Sebagai wujud implementasi program inovasi daerah yang mewajibkan setiap OPD membuat terobosan atau inovasi baru, maka TENA ditetapkan menjadi salah satu inovasi baru dari Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.