Dua Bulan Musim Kemarau, Plt. Kadistrik Agimuga Keluhkan Kali Cemara Kering Minta Penambahan Jadwal Penerbangan Pesawat
Ia mengakui masyarakat yang paling terdampak warga yang tinggal jauh dari bandara.
“Karena subuh-subuh jam lima pagi masyarakat sudah antre beli tiket, sehingga masyarakat yang jauh dari Kampung Fakafuku dan Kiliarma tidak pernah dapat tiket Agimuga-Timika maupun sebaliknya Timika-Agimuga. Hanya warga yang tinggal di Aramsolki dan Amungun yang sering kebagian tiket,” keluh Arianus.
Menurutnya, penambahan jadwal penerbangan yang selama ini hanya beroperasi setiap Rabu dan Kamis sangat diperlukan untuk memperlancar pelayanan transportasi udara. Pasalnya, akses melalui jalur sungai kini sangat sulit akibat kekeringan yang melanda Kali Cemara.
Arianus menambahkan, berkaitan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Distrik Agimuga bersama panitia yang telah dibentuk tetap akan melaksanakan sejumlah kegiatan. Lomba bola voli putra dan putri dijadwalkan berlangsung pada pekan ini, sedangkan lomba tarik tambang dan panjat pinang akan digelar setelah upacara peringatan 17 Agustus 2026.
“Kita batasi kegiatan lain karena saat ini masyarakat kesulitan akses transportasi sungai. Saat ini juga masyarakat masih banyak tertahan di Timika,” katanya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















