Sementara itu, Mayor Dejang Heluka juga melaporkan dalam serangan balasan, pihaknya mengklaim berhasil menembak satu aparat militer Indonesia di lokasi yang sama di pusat Kota Dekai.

“Itu sebagai balasan atas gugurnya dua prajurit TPNPB dan secara resmi kami menegaskan kepada Pemerintah Indonesia bahwa TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Yamue tidak akan pernah ragu dan mundur dalam medan perang hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua,” tulis siaran pers tersebut.

Atas tewasnya kedua prajurit TPNPB tersebut, pihak TPNPB juga mengimbau kepada seluruh rakyat Papua dari anak-anak muda hingga orang tua agar tetap setia dan rela berkorban demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa Papua.

“Jika kami terus dijajah maka pembunuhan, penyiksaan dan perampasan sumber daya alam Papua terus terjadi, sementara rakyat Papua tetap miskin di atas tanah leluhurnya. Oleh sebab itu, kami menyerukan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua serta rakyat Papua sebagai pejuang kemerdekaan bangsa Papua untuk wajib membela tanah air dan mengusir penjajahan Indonesia di atas Tanah Papua dan merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua,” jelas siaran pers tersebut.

Siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tersebut dikeluarkan oleh Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Adapun jajaran penanggungjawab nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM yakni Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima TPNPB-OPM, Mayor Jenderal Terianus Satto, serta Kepala Staf Umum TPNPB-OPM Mayor Jenderal Lekagak Telenggen. **