Dituduh Sering Drop Anggota TNI, Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Tembak Mati Pilot Capt. Nicholas F. Goselin dan Bakar Pesawat AMA
TPNPB juga mengimbau kepada seluruh pilot dan maskapai penerbangan sipil yang disebut melakukan pendoropan pasukan militer Indonesia ke wilayah konflik agar menghentikan aktivitas tersebut sampai akar persoalan konflik di Papua diselesaikan.
Dalam siaran pers itu, TPNPB juga mengancam akan melakukan penembakan terhadap seluruh pesawat sipil di Tanah Papua yang disebut membantu aparat militer Indonesia melakukan pendoropan pasukan dan logistik militer apabila peringatan tersebut tidak diindahkan.
Selain itu, Brigjen Elkius Kobak, sebagaimana dikutip dalam siaran pers, melaporkan bahwa penembakan dan pembakaran pesawat sipil di Kampung Balinggama terjadi saat pasukan TPNPB sedang melakukan operasi dan melintasi kampung tersebut menuju markas TPNPB di Yahukimo.
“Namun kedapatan dengan masuknya satu unit pesawat di wilayah tersebut sehingga kami langsung melakukan penembakan dan membakar pesawat tersebut karena telah melanggar ultimatum TPNPB. Pemerintah Indonesia dalam hal ini tidak pernah memberitahukan kepada seluruh pilot di Indonesia untuk tidak memasuki wilayah zona merah di Papua. Oleh sebab itu, ini juga kesalahan Pemerintah Indonesia yang dengan sengaja membiarkan penerbangan sipil memasuki wilayah zona merah di Papua,” jelas Sebby.
Berkaitan dengan peristiwa tersebut, TPNPB mengimbau aparat militer Indonesia agar tidak melakukan operasi terhadap warga sipil. Dalam siaran pers disebutkan bahwa pasukan yang terlibat dalam penembakan pilot dan pembakaran pesawat telah melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo.
“Jika mau kejar kami silakan datang ke Markas TPNPB di Jalan Gunung, pusat Kota Dekai, karena wilayah perang ada di pusat Kota Dekai,” demikian pernyataan TPNPB.
Pada bagian akhir siaran pers, TPNPB kembali meminta Presiden Prabowo Subianto membuka ruang perundingan internasional guna menyelesaikan akar konflik di Papua yang menurut mereka telah berlangsung selama 64 tahun.
Hingga berita ini dipublis belum mendapat pernyataan resmi dari apara keamanan. **











