Dipanah di SP3, Jenazah Jorianus Yolemal Dibakar di Kwamki Narama, 17 Orang Mati Sia-sia
Timika,papuaglobalnews.com – Jenazah Jorianus Yolemal (25), warga Jalan Maleo Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika yang ditemukan tewas di semak-semak kawasan Jalan Diponegoro tembusan TSM SP3 Jiliale, Distrik Kuala Kencana Sabtu 26 September 2026 sekitar pukul 17.59 WIT sudah dibakar oleh pihak kubu Newegalen di lapangan perang Kwamki Narama, setelah diserahkan aparat kepolisian dari RSMM pada Minggu 27 September 2026.
Penemuan korban nahas itu sebelumnya sempat viral di media sosial (Medsos) grup whatsapp, berada di sekitar samping Gedung Eme Neme Yauware.
Polisi yang merespons informasi dari warga sekitar dibawah pimpinan Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong didampingi Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Putut Yuda Pratama dan Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard bersama dua perwira Polres Mimika, Personil Sat Reskrim Polres Mimika, Personil Sat Intelkam Polres Mimika dan Personil Polsek Kuala Kencana bergerak cepat menuju TKP.
Sementara Kasi Humas Polres Mimika, Iptu M. Amir Rado mengatakan mengetahui kejadian itu berawal dari laporan warga setempat sekaligus saksi berinisial D.Y.R (46).
Rado menjelaskan, pada saat itu saksi bersama istri dan anak-anaknya sedang berada di dalam rumah. Karena sudah malam saksi menyalakan lampu. Disaat bersamaan saksi mendengar bunyi sepeda motor serta suara teriakan “aduh”.
Menyusul mendengar bunyi langkah kaki orang berlari di depan rumahnya. Merasa ketakukan, saksi memadamkan lampu untuk mengamankan istri serta anak-anaknya.
Saksi kemudian membuka whatsapp grup jemaat meminta nomor Kapolsek Kuala Kencana. Setelah mendapatkan nomor HP Kapolsek, ia menghubungi menyampaikan informasi tersebut.
Merespons atas laporan itu, Kapolsek Kuala Kencana beserta personilnya menuju TKP.
“Saat tiba, personel Polsek Kuala Kencana bersama saksi menyisir di sekitar lokasi dan menemukan korban sudah dalam keadaan terpanah dan sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Di lokasi polisi mengamankan barang bukti tujuh anak panah, sebilah parang, 1 buah dompet, 1 buah HP Android, 1 buah KTP berinisial J.Y, 1 plastik berisikan pinang, kaleng bir bintang dan botol aqua yang diduga milik korban.
Hingga saat ini polis masih terus mendalami siapa pelakunya.
Sementara Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki, Minggu 27 September 2026 menjelaskan jenazah korban telah dievakuasi dari kamar jenazah RS Charitas menuju kubu Newegalen untuk menjalani prosesi kremasi.
Ia menyampaikan proses kremasi berjalan aman, tertib, dan terkendali. Setelah prosesi selesai, personel Polsek Kwamki Narama kembali ke markas.
Ia menyebutkan sesuai catatan, dengan meninggalnya Jorianus, menambah daftar panjang korban konflik perselingkuhan di wilayah itu. Kini jumlahnya telah sebanyak 27 korban jiwa mati sia-sia. Jumlah ini terdiri dari 14 korban berasal dari kubu Noap Dang dan 13 korban lainnya dari kubu Newegalen. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















