Dinkes Mimika Temukan 15 Anak Wilayah Pesisir Kategori Suspek Frambusia
Menurutnya, penemuan suspek di lapangan menjadi bagian penting dari proses pengendalian penyakit, sehingga setiap temuan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur pelayanan dan pemeriksaan kesehatan yang berlaku.
Dikatakan, Dinkes melalui puskesmas di wilayah pesisir juga terus mendorong penguatan surveilans serta keterlibatan petugas kesehatan dalam menemukan kasus secara lebih dini.
“Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pengendalian frambusia di Kabupaten Mimika, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki tantangan geografis dalam pelaksanaan pelayanan dan pemantauan kesehatan masyarakat,” katanya.
Gejala dan Penularan
Penularan: Menyebar melalui kontak langsung dengan cairan dari luka terbuka penderita atau lingkungan dengan sanitasi buruk.
Sasaran Utama: Sering menyerang anak-anak berusia di bawah 15 tahun di daerah tropis yang hangat dan lembap.
Gejala: Ditandai dengan munculnya benjolan mirip buah frambos atau kutil berkerak di kulit, yang jika dibiarkan dapat merusak tulang dan sendi serta menyebabkan kecacatan. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















