Dinkes Mimika Perkuat Kapasitas Nakes Puskesmas dalam PD3I dan MTBS
Ia melaporkan berdasarkan data Dinkes Mimika, pada periode Januari hingga Mei 2026 terdapat 38 laporan kasus suspek campak-rubela, dengan capaian investigasi kasus dalam waktu kurang dari tujuh hari mencapai 97 persen.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan Buku KIA sebagai media edukasi dan pemantauan kesehatan ibu dan anak, deteksi dini PD3I, pencatatan serta pelaporan, dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Department of State Amerika Serikat (U.S. DoS) melalui CORE Group Partners Project (CGPP) yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Mimika mendorong peningkatan keterampilan tenaga kesehatan dalam mendukung pencatatan status imunisasi, deteksi dan pelaporan kasus PD3I, edukasi kesehatan kepada masyarakat, serta pemantauan kondisi balita.
Ia berharap penguatan tersebut dapat mendukung percepatan cakupan imunisasi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan melaporkan secara dini penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















