Dinkes Mimika Gencar Eliminasi HIV, Shiphilis dan Hepatitis B pada Ibu Hamil, Baca Data Periode Januari-Juni 2025
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika Papua Tengah kini gencar melakukan eliminasi HIV, Shiphilis dan Hepatitis B pada ibu hamil (Bumil).
Dalam mendukung memperkuat pelayanannya, Dinkes Mimika melaksanakan rapat bersama Puskesmas, Rumah Sakit dan klinik untuk membangun jejaring kerja pada Jumat 22 Agustus 2025.
Acara yang berlangsung di salah satu hotel di Timika dengan narasumber Tim Dinkes Papua Tengah.
Reynold Rizal Ubra, Kepala Dinkes Mimika menjelaskan, program Eliminasi Triple di Mimika sudah berjalan terintegrasi dalam pelayanan ibu hamil dan anak.
Ia menambahkan pertemuan ini dibahas oleh Unicef dan GAPAI Papua membahas membangun jejaring kerja. Bahwa setiap ibu hamil yang datang pemeriksaan kesehatan HIV, Shiphilis dan Hepatitis B wajib mengikuti standar atau pedoman 10 T, termasuk melakukan tindakan kemo bagi ibu melahirkan.
Pedoman 10 T ini meliputi, yakni timbangan berat badan dan ukur tinggi badan, periksa tekanan darah, ukur lingkar lengan atas, ukur tinggi fundus uteri, tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin, skrining status imunisasi tetanus, pemberian tablet daerah, termasuk laboratorium dan tes USG, tata Laksana kasus dan temu wicara atau konseling.
Ia menegaskan eliminasi Triple tersebut menjadi target Pemerintah Kabupaten Mimika dengan menggandeng fasilitas kesehatan (Faskes) swasta.
Reynold menegaskan memutuskan rantai penularan penyakit HIV, Shiphilis dan Hepatitis berasal dari hubungan sesksual sehingga dalam penanganan membutuhkan jejaring kerjasama dengan pihak lain.
Ia berharap dengan program ini tujuannya supaya mendeteksi tingkat penularan lebih awal agar cepat ditangani sehingga tidak tertular pada anak.
Berdasarkan data Dinkes periode Januari-Juni 2025 ibu hamil yang tes Infeksi Menular Seksual (IMS) dengan sasaran 6.285 orang kunjungan, kunjungan K1 ke ANC sebanyak 3.096 orang, ibu hamil yang tes Shiphilis 3.073 orang, ibu hamil positif Shiphilis 120 orang dan dan 107 ibu hamil Shiphilis yang diobati.
Ibu hamil HIV (PPIA) periode Januari-Juni 2025
Sasaran ibu hamil ANC 6.288 orang, ibu hamil tes HIV 2.096 orang, ibu hamil positif 17 orang, menerima ARV 14 orang, menerima pengobatan kotrimoksasol 17 orang, bayi lahir dari ibu HIV lima orang dan 5 orang bayi lahir dari ibu HIV menerima ARV.
Capaian Tes Shiphilis pada Bumil menurut Layanan periode Januari-Juni 2025
RSMM 579 orang, Puskesmas Pasar Sentral 564 orang, Timika 470 orang, Wania 453 orang, Timika Jaya 334 orang, RSUD Mimika 181 orang, Karang Senang 135, Kwamki Narama 94, Bhintuka 92 orang, RS Kasih Herlina 43 orang, Mapurujaya 42 orang, Wakia 28 orang, Limau Asri 27 orang, Tapormai 27 orang dan RS. Waa Banti 4 orang.
Kemudian Bumil yang skrining Hepatitis B terdata 4.631 orang dari sasaran secara keseluruhan 8.345 orang.
Ibu hamil yang reaktif 204 orang. Jumlah ini Puskesmas Timika urutan pertama dengan 47 pasien, menyusul Wania 39 orang, Pasar Sentral 29 orang, Karang Senang 14 orang, Timika Jaya 13 orang, Mapurujaya 11 orang, Limau Asri 9 orang, Potowaiburu 6 orang, Bhintuka 6 orang, Kwamki Narama 5 orang, Atuka dan Tapormai masing-masing 4 orang, Kokonao dan Jita masing-masing 3 orang, Wakia dan Mapar masing-masing dua orang, Jila, Hoeya dan Ipaya masing-masing satu orang.
Bayi lahir dari ibu reaktif sebanyak 85 orang. Jumlah ini Wania dan Pasar Sentral menempati peringkat pertama dengan masing-masing 22 orang. **




































