Timika,papuaglobalnews.com  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah mendistribusikan 183.400 pieces kelambu ke 26 Puskesmas yang ada di kota, pinggiran, pesisir dan gunung.

Reynol Rizal Ubra, Kepala Dinas Kesehatan melalui Imelda Ohoilejaan selaku Penanggungjawab Pj Malaria Kabupaten  Mimika menjelaskan pesanan kelambu ini setiba di Timika pada September ini langsung dibagikan ke  Puskesmas masing-masing untuk diteruskan kepada masyarakat.

“Saat ini saya bersama tim mengantar kelembu di Puskesmas Ayuka,” ujar Imelda yang dihubungi papuaglobalnews.com  melalui sambungan teleponnya, Senin 29 September 2025.

Ia berharap, pihak Puskesmas segera membagikan dengan setiap warga menerima sesuai jumlah kelompok tidur dalam rumah bukan berdasarkan jumlah kamar.

Ia mencontohkan dalam satu rumah terdapat lima kelompok tidur, terdiri dari tiga kamar ditambah tidur di ruang tamu dan ruang tengah untuk menonton TV sambil tidur-tiduran, petugas Puskesmas wajib berikan sesuai jumlah kelompok tidur tersebut bukan dikurangi.

“Jadi kalau petugas Puskesmas datang bagi kelambu beritahu berapa banyak kelompok tidur, supaya pembagian sesuai jumlahnya,” pesan Imelda.

Ia mengakui dari total 183.400 pics kelambu, setiap Puskesmas menerima jumlahnya berbeda-beda sesuai luas wilayah dan data banyaknya penduduk pelayanan.

Ia menyebutkan dari 26 Puskesmas yang ada terdapat lima Puskesmas wilayah pegunungan berdasarkan hasil survey petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) sudah tidak ditemukan nyamuk malaria.

Meskipun demikian, Imelda memastikan warga pegunungan di lima Puskesmas tetap mendapatkan jatah kelambu mengingat sering melakukan perjalanan ke Kota Timika. Lima Puskesmas itu yakni Puskesmas Arwanop, Jila, Hoeya, Tsinga dan Alama.

“Warga pegunungan yang terkena malaria berdasarkan data bahwa baru naik dari Timika. Mereka selama di Timika sudah ada plasmodium malaria dalam tubuh, karena digigit nyamuk malaria. Sekembali di kampung mereka sakit. Karena untuk di gunung dari sisi suhu dan kelembapan yang tinggi tidak mendukung untuk nyamuk berkembang biak,” ujarnya.

Ia berharap kelambu yang sudah dibagikan oleh petugas Puskesmas warga dapat menggunakan pada saat tidur siang maupun malam hari. Tujuannya, agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria bukan untuk menutupi pohon cabai, tomat, dijadikan pohon natal dan jaring ikan di laut.

Dikatakan, pola pengendalian malaria saat ini sesungguhnya sangat mudah dilakukan masyarakat, dengan taat menggunakan kelambu sebagai media pelindung dari gigitannya.

Warga juga dianjurkan, kurangi keluar rumah di malam hari, kurangi duduk ngerumpi di luar rumah, pakailah pakaian yang menutupi seluruh tubuh jika berada di luar rumah. Tips lainnya, memasang kawat di ventilasi rumah dan gunakan lation anti nyamuk. **