Bantuan ini disalurkan sesuai permintaan masyarakat, mengingat kondisi saat ini belum kondusif akibat gejolak sosial terkait persoalan tapal batas.

“Dalam situasi seperti itu, mereka tentu tidak bisa ke kebun untuk mencari bahan makanan. Kebetulan masih ada stok tahun lalu, maka kami salurkan kepada mereka,” katanya.

Bantuan tersebut diserahkan kepada pemerintah kampung setempat untuk selanjutnya diatur pembagiannya kepada masyarakat, karena pemerintah kampung yang lebih mengetahui kondisi dan kebutuhan warganya.

Yulius berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga Kapiraya yang saat ini tengah menghadapi situasi sosial yang kurang stabil. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.