Diduga Ketua Karateker Memihak Selamatkan Orang Titipan, Rapimpurda dan Musda VIII KNPI Mimika Belum Hasilkan Ketua Terpilih
Timika,papuaglobalnews.com – Pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD II KNPI Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk memilih Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika periode berikutnya menemui jalan buntu.
Agenda yang telah berlangsung selama empat hari sejak dibuka pada Senin 29 Juni 2026 hingga Kamis 2 Juli 2026 di salah satu hotel di Jalan Budi Utomo itu belum menghasilkan keputusan maupun ketua terpilih.
Rapimpurda dan Musda yang memasuki hari ketiga pada Rabu 1 Juli 2026 sekitar pukul 03.20 WIT sempat diwarnai ketegangan antara pimpinan sidang, Arden Temorubun, dengan sejumlah peserta.
Berdasarkan informasi yang diterima papuaglobalnews.com dari Ketua DPC KNPI Distrik Kwamki Narama, Pianus Magai, kericuhan bermula ketika pimpinan sidang diduga tetap memaksakan meloloskan berkas salah satu bakal calon Ketua Umum, Rafael Taorekeyau.
Menurut Pianus, keputusan tersebut memicu penolakan dari peserta sidang. Sejumlah peserta yang tidak menerima keputusan pimpinan sidang kemudian melakukan aksi protes yang berujung saling dorong hingga kejar-kejaran di dalam ruang sidang. Aksi ini viral di media sosial whatsap dan mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Mimika.
Sementara itu, sidang lanjutan yang berlangsung pada Rabu malam hingga Kamis 2 Juli 2026 kembali menemui jalan buntu karena Ketua Karateker tidak kunjung hadir untuk melanjutkan persidangan dengan membawa dokumen semua calon ketua dan palu sidang.
Menyikapi situasi tersebut, Ketua Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA), Raimondus Kelanangame, bersama 54 peserta yang mewakili 86 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 18 pengurus KNPI Distrik, didampingi Sekretaris Karateker DPD II KNPI Mimika Jhony Tsulme, pimpinan sidang tetap Reza Hidayat dan Pianus Magai, serta Sekretaris Panitia Edison Manikiuta, menyampaikan empat poin pernyataan sikap.
Dalam rekaman video berdurasi 4 menit 58 detik yang beredar luas di media sosial WhatsApp pada Kamis pagi, sebelum membacakan pernyataan sikap, Raimondus menyampaikan bahwa Ketua Karateker, Arden Temorubun, meninggalkan forum Musda sejak pukul 19.00 WIT pada Rabu dan hingga pukul 04.00 WIT Kamis dini hari belum kembali ke lokasi persidangan.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak terhormat dan dinilai merusak marwah Musda KNPI Mimika.
Raimondus mengatakan, harapan seluruh peserta agar Musda melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas justru tercoreng oleh situasi yang dipertontonkan dalam forum resmi tersebut.
“Sehingga kami seluruh OKP, DPC KNPI Distrik, Cipayung, Sekretaris Karateker DPD II KNPI Mimika, pimpinan sidang tetap, serta Sekretaris Panitia menyampaikan pernyataan sikap untuk disampaikan kepada publik agar diketahui masyarakat secara luas,” ujar Raimondus.
Dalam kesempatan tersebut, Raimondus membacakan empat poin pernyataan sikap, yaitu:
Pertama, hingga Kamis, 2 Juli 2026, Musda VIII DPD II KNPI Mimika Tahun 2026 belum menghasilkan satu keputusan resmi yang menetapkan Ketua DPD KNPI Kabupaten Mimika terpilih.
Kedua, meminta Ketua Karateker Arden Temorubun bertanggungjawab menyelesaikan seluruh proses Musda hingga menghasilkan keputusan yang menetapkan Ketua KNPI Mimika secara sah.
Ketiga, meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Bupati Mimika dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, menjadikan persoalan tersebut sebagai atensi serius demi perkembangan organisasi KNPI di Kabupaten Mimika.
Keempat, menyampaikan kepada Ketua Umum DPP KNPI Haris Pratama dan Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Tengah bahwa Musda KNPI Kabupaten Mimika Tahun 2026 belum menghasilkan keputusan final. Musda masih berstatus diskors dan menyatakan KNPI Mimika dibekukan hingga Musda kembali dilanjutkan dan menghasilkan ketua terpilih secara definitif.
Adapun empat bakal calon Ketua DPD II KNPI Kabupaten Mimika yang diusulkan dalam Musda VIII yakni Frans Kemong, Rafael Taorekeyau, Martinus Dogomo, dan Mahmud Tamher.
Sementara itu, Ketua Aliansi Pemuda Amungsa (APA), Elois Kemong, dalam rilis yang diterima papuaglobalnews.com pada Kamis malam mengaku sangat kecewa terhadap sikap Ketua Karateker KNPI Kabupaten Mimika yang dinilai tidak menghargai pimpinan OKP maupun organisasi Cipayung yang telah hadir mengikuti Musda.
“Kita boleh berpendapat masing-masing dalam ruang istimewa untuk menentukan pilihan kami masing-masing. Namun saya melihat dan mengamati selama berjalannya kegiatan ini masih banyak hal yang belum dipersiapkan sehingga terjadi seperti ini,” kata Elois.
Sebagai tokoh muda Amungme, Elois meminta DPD KNPI Provinsi Papua Tengah segera turun tangan mengambil alih jalannya Musda dan memediasi seluruh pihak agar proses pemilihan Ketua KNPI Mimika dapat kembali berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Ia juga menjelaskan ini semua terjadi karena hanya untuk menyelamatkan orang kepentingan. Itu masalah utamanya.
“Saya selaku Ketua APA berharap dalam kegiatan Musda ini jangan kita membawa nama Bupati dan Wakil Bupati Mimika,” harapnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, papuaglobalnews.com belum berhasil menghubungi Arden Temorubun selaku Ketua Karateker DPD II KNPI Kabupaten Mimika untuk meminta konfirmasi terkait tudingan tersebut. **











