Di Tengah El Nino Kekeringan, Cabai Rawit di Pasar Sentral Timika “Makin Pedas” Harganya
Untuk kebutuhan pangan lainnya, telur ayam ras dijual Rp65 ribu per rak, kentang Rp25 ribu per kilogram, wortel Rp28 ribu per kilogram dan tomat Rp25 ribu per kilogram.
Harga sayur nangka juga mengalami kenaikan menjadi Rp10 ribu untuk ukuran plastik kecil, dari sebelumnya Rp5 ribu.
Sementara daun pepaya muda dijual Rp20 ribu per ikat. Sereh satu ikat yang dijual mama-mama Papua seharga Rp10 ribu, lengkuas kumpul kecil Rp10 ribu dan ukuran besar Rp20 ribu.
Daun bawang Rp35-45 ribu per Kg, jahe Rp45 ribu per Kg dan kunyit Rp30-35 ribu per Kg.
Salah seorang warga, Merry, yang datang berbelanja di Pasar Sentral Timika mengeluhkan kenaikan harga cabai di pasaran saat ini.
“Biasanya setiap tahun naik menjelang hari raya keagamaan Natal dan Tahun Baru atau Idul Fitri. Karena orang belanja banyak, tapi ini bulan-bulan biasa sudah mahal,” katanya.
Dalam situasi sulit seperti ini, Merry berharap pemerintah dapat hadir memberikan intervensi harga sehingga dapat membantu masyarakat kecil.
Ia berharap kenaikan harga bahan pangan, khususnya bumbu dapur yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, dapat menjadi perhatian pemerintah agar tidak semakin membebani masyarakat. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















